Breaking News:

Berita Pemkab Kutai Timur

Gratis, Pemkab kutim Gelar Rapid Test untuk Ratusan Pelajar dan Mahasiswa

“Sengaja kita batasi hanya 200 saja. Karena sempat dilakukan untuk 300 peserta dalam satu hari, selesainya malam.

TRIBUNKALTIM.CO/MARGARET SARITA
TES CEPAT - Pelaksanaan rapid test bagi pelajar dan mahasiswa Kutai Timur yang akan kembali ke tempat belajar di luar kota. Pemkab Kutim menggelarnya secara gratis. 

SANGATTA  -Pemerintah Kabupaten Kutai Timur secara bertahap terus melakukan rapid tes massal di beberapa tempat.

Setelah menyasar para pedagang di kawasan Pasar Induk, Pasar Teluk Lingga dan Pasar Sangatta Selatan, pusat-pusat keramaian yang dipadati pedagang kaki lima pun ikut menjadi sasaran rapid test.

Selain, para ASN, relawan dan tenaga medis yang memang rutin mengikuti rapid test.
Rabu (15/7), giliran para pelajar dan mahasiswa yang mendapat kesempatan mengikuti rapid test.

Mereka yang akan kembali belajar ke pesantren, atau mau mengikuti tes masuk perguruan tinggi serta mahasiswa yang kembali ke kampus di luar kota, bisa mengikuti rapid tes yang digelar di aula Kantor Camat Sangatta Utara.

“Gratis tak dipungut biaya. Para pelajar dan mahasiswa ini, akan mendapat hasilnya, sekitar 1 hingga 2 hari, setelah tes,” ungkap Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kutim, M Yusuf, di sela kegiatan.

Pemerintah, melalui Dinas Kesehatan memberi kuota untuk 200 pelajar dan mahasiswa untuk setiap pelaksanaan rapid test. Karena, usai pengambilan darah, langsung dilakukan pemeriksaan. Hasilnya, akan diberitahu melalui nomor telepon yang ditinggalkan masing-masing peserta.

“Sengaja kita batasi hanya 200 saja. Karena sempat dilakukan untuk 300 peserta dalam satu hari, selesainya malam. Jadi kami batasi,” kata Yusuf.

Rapid test yang dikhususkan bagi pelajar dan mahasiswa yang akan kembali ke tempat mereka belajar di luar kota, menurut Yusuf, sudah kali keempat digelar. Jumlah pesertanya pun sudah hampir 1.000 anak. Ada yang melalui instansi, ada juga yang melalui komunitas.

“Mereka yang mau rapid test, bisa mendaftar melalui puskesmas atau dinas kesehatan. Tapi, kita harap berkelompok. Tidak satu per satu. Sebelumnya, ada juga yang melalui Kodim, sekitar 30 anak. Mereka kita gabungkan dengan anak-anak lainnya dan dilakukan sekaligus.

Agar lebih efisien. Terutama soal penggunaan APD bagi para petugas. Sebab, satu unit APD saja, sudah Rp 300 ribu dan itu hanya sekali pakai,” ungkap Yusuf.

Namun bagi pelajar atau mahasiswa yang tak bisa menunggu penyelenggaraan rapid tes bersama-sama, karena harus cepat, terpaksa mengikuti rapid test secara mandiri di rumah sakit yang melayani rapid test.(advertorial/Diskominfo Perstik Kutim/sar)

Tags
rapid test
Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved