Breaking News:

Cover Story

Menikah di Masa Pandemi Covid-19, Begini Suka Duka Mempelai Gelar Acara Pernikahan di Samarinda

Menikah di Masa Pandemi Covid-19, Begini Suka Duka Mempelai Gelar Acara Pernikahan di Samarinda

HO/Oktagon Photography
Pernikahan yang digelar Arie Saprial Ramadhan & Resti Atlisya Handayani di masa pandemi Covid-19. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Menikah di Masa Pandemi Covid-19, Begini Suka Duka Mempelai Gelar Acara Pernikahan di Samarinda

Niat suci pasangan melangsungkan akad nikah dan resepsi pernikahan  tanpa disangka harus menemui ujian.

Sejatinya menjalankan resepsi pesta pernikahan bulan April terpaksa diurungkan.

Itulah yang dihadapi pasangan suami istri, Arie Saprial Ramadhan dan Resti Atlisya Handayani, warga Samarinda Seberang.

"Kalau dibilang suka kayaknya banyak dukanya deh. Semua yang sudah dipersiapkan jauh hari mulai dari administrasi pernikahan, cetak undangan, gedung, katering, dan lain-lain. Semua mendadak harus diubah. Rencana yang awal membuat pesta pernikahan yang meriah menjadi pesta pernikahan dengan undangan yang terbatas. Harus mengikuti protokol kesehatan yang sudah dianjurkan pemerintah," tutur Resti.

Dari pengalaman pernikahan di tengah pandemi covid-19 , Arie tetap mengambil hikmah.

"Keuntungannya biaya yang dikeluarkan tidak terlalu besar apabila nantinya tidak melakukan pesta resepsi lagi. Namun apabila melakukan resepsi lagi maka biaya akan membengkak sampai sekitar 10 persen. Karena yang awalnya rencana nikah dan resepsi menjadi satu akhirnya harus dipisah di waktu yang berbeda.Kerugian selanjutnya tidak dapat  mengundang teman, saudara dalam jumlah yang banyak,” kata Arie.

Acara pernikahan sederhana di rumah Arie Saprial Ramadhan & Resti Atlisya Handayani di Samarinda.
Acara pernikahan sederhana di rumah Arie Saprial Ramadhan & Resti Atlisya Handayani di Samarinda. (HO/Oktagon Photography)

Arie mengenang  akad nikah terlaksana pada 5 April, namun untuk resepsi terpaksa tidak dilaksanakan.

"Jadi di undangan akad nikah dan resepsi di hari dan di tempat yang sama pada 5 April. Kami tetap menjalankan akad nikah di tanggal 5 April itu di rumah. Ini di luar rencana yang sebelumnya akad dan resepsinya dilakukan di gedung,” tutur pegawai di salah satu bank di Samarinda ini.

Lantaran harus mengikuti protokol kesehatan dari pemerintah, ada budget yang di awal tak dipersiapkan sebelum adanya covid-19.

Arie mengenal sang  istri kurang lebih  2 tahun karena satu kantor. Setelah dekat sekitar enam bulan, Arie memutuskan meminang Resti.

Baca juga: 

Tiarap Selama Pandemi Covid-19, Begini Cara Grand Tjokro Hotel Balikpapan Gelar Pesta Pernikahan

Masa Pandemi Covid-19 Pemerintah Larang Pesta Pernikahan, Jasa Wedding Organizer Anjlok 75 Persen

Ini Tradisi Unik Pernikahan di Berbagai Negara, Ada yang Gunakan Gigi Paus Sebagai Ritual Pernikahan

"Saat akad nikah hanya dihadiri 10 orang saja termasuk penghulu. Sementara resepsinya kami menunggu keputusan pemerintah. Kalau  sudah ada aturan dari pemerintah untuk melaksanakan resepsi Insya Allah ingin melakukan resepsi juga,” katanya.

Adapun syarat yang harus diikuti sesuai protokol kesehatan yaitu kapasitas yang harusnya bisa diisi 100 orang undangan cuma diperbolehkan setengahnya. Mempelai harus menyediakan lagi tenda di luar ruangan tersebut juga tempat cuci tangan,"ungkapnya. (*)

Penulis: Nevrianto
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved