Dinas Pertanian Kutai Timur Pastikan 1.304 Hewan Kurban Sehat dan Siap Sembelih
Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Timur telah melakukan pemantauan dan pemeriksaan terhadap 1.304 hewan kurban di Sangatta dan sekitarnya, di Kabupaten
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA– Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Timur telah melakukan pemantauan dan pemeriksaan terhadap 1.304 hewan kurban di Sangatta dan sekitarnya, di Kabupaten Kutai Timur.
Ribuan hewan kurban tersebut berada di lapak-lapak penjualan hewan kurban yang ada di beberapa titik di sepanjang Jalan APT Pranoto, Jalan AW Syahrani hingga kawasan Jalan Poros Sangatta Bontang, Kecamatan Sangatta Selatan.
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Timur, Sugiyono, Jumat (24/7/2020).
“Sudah kami periksa semua hewan kurban yang dipasarkan di Sangatta. Dengan melibatkan tim kesehatan hewan (Keswan) dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet). Alhamdulillah, 1.304 hewan kurban dalam kondisi sehat dan siap untuk disembelih,” kata Sugiyono.
Pemantauan, lanjut Sugiyono, dilakukan dengan tetap mengikuti prosedur protokol kesehatan pencegahan covid-19, dengan tetap menggunakan masker dan sarung tangan dalam memeriksa kondisi sapi yang dijual, dan memberi tanda sehat pada sapi yang sudah diperiksa.
Baca juga: 6 Hari Setelah Jasad Yodi Prabowo Ditemukan, Ini Permintaan Suci kepada Adik Editor Metro TV
Baca juga: Adik dan Sopir Bupati Kutim Ikut Diperiksa KPK di Polresta Samarinda, Ini 11 Saksi yang Dipanggil
“Kita juga melakukan pengecekan di beberapa rumah pemotongan hewan, seperti di kawasan rudina dalam, KM 3 Sangatta Selatan dan KM 1 Pertamina.
Dari semua yang kami pantau, terdiri dari 697 sapi dan 607 kambing, dalam kondisi sehat dan bisa menjadi hewan kurban pada Idul Adha mendatang,” kata Sugiyono didampingi Kasi Kesmavet, drh Cut Meutya.
Meski demikian, Cut Meutya kembali mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan jejaring dalam membeli hewan kurban.
Apalagi saat ini, pandemi Virus Corona ( covid 19 ) masih belum usai di Kutim. Sehingga pembelian online sangat disarankan untuk menghindari kerumunan.
“Masyarakat harus memperhatikan aspek keamanan pangan yang berpedoman pada ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal). Sebaiknya pembelian dengan cara online agar tidak terjadi kontak fisik antara penjual dengan pembeli,” kata Cut Meutya.
Untuk memastikan sapi-sapi yang akan menjadi hewan kurban tersebut disembelih dan dikonsumsi dalam keadaan sehat, Tim Kesehatan Hewan (Keswan) melakukan pemeriksaan hewan kurban, dengan melihat dari sisi fisik hewan kurban tersebut.
Baca juga: KPK Periksa Kasus Korupsi Bupati Kutim, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman Beri Pengamanan
Baca juga: KPK Periksa Para Saksi Dugaan Korupsi yang Seret Bupati dan Ketua DPRD Kutim di Polresta Samarinda
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/pemeriksaan-hewan-kurban-dipimpin-kadis-pertanian-sugiyono.jpg)