Seprianus Hilang Saat Bantu 2 Anak Terseret Ombak, Sedangkan Risno Umbu Meninggal

Arus laut dan gelombang tinggi sangat berbahaya bagi wisatawan yang hendak berenang di pantai. Wisatawan diimbau agar tidak berenang karena cuaca belu

Editor: Mathias Masan Ola
Shutterstock
Ilustrasi tenggelam. 

TRIBUNKALTIM.CO, KUPANG - Arus laut dan gelombang tinggi sangat berbahaya bagi wisatawan yang hendak berenang di pantai. Wisatawan diimbau agar tidak berenang karena cuaca belum bersahabat.

Imbauan itu menyusul kasus tenggelamnya beberapa warga yang menjadi ganasnya arus laut. Seperti yang dialami sejumlah warga yang berekreasi di pantai di Sumba Tengah.

Risno Umbu Bagi Lalu Pada (27) seorang Aparatur Sipil Negara ( ASN) yang bekerja di Puskesmas Weeluri Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur ( NTT ), tewas terseret arus laut, saat rekreasi di Pantai Lailiang, Desa Baliloku, Kecamatan Wanukaka, Kabupaten Sumba Barat

"Kejadian kemarin. Yang bersangkutan ( Risno) tewas, karena berusaha membantu dua orang anak yang terseret arus laut," ungkap Kapolres Sumba Barat, AKBP Khairul Saleh, saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Sabtu (1/8/2020) malam. Selain Risno yang tewas, seorang lainnya bernama Seprianus Lasboi (38) yang berprofesi sebagai sopir rental, hilang hingga saat ini.

Baca juga; Liburan Jelang Akhir Tahun, Anggota Provos Polri Tewas Seusai Terseret Ombak Pantai Pangandaran

Baca juga; 49 Hari Pemuda dari Minahasa Terseret Ombak Hingga ke Guam, Ditolong Kapal Panama Dibawa ke Jepang

Sedangkan seorang ASN lainnya Lambertus Jumat Pati (45), yang bekerja di Puskesmas Wairasa, Kabupaten Sumba Tengah, hingga saat ini masih menjalani perawatan medis di rawat di Puskesmas Lahihuruk Wanukaka. "Tiga orang tersebut, berusaha menolong dua anak yang terseret arus laut saat mandi di pantai," kata Saleh. Dua anak tersebut yakni Juan Fredrik Saba Sima (15) dan Edo (10).

Saleh menjelaskan, kejadian itu bermula ketika ketiga orang bersama rombongan Puskesmas Wairasa rekreasi di Pantai Lailiang di Desa Baliloku, Kecamatan Wanukaka, Sumba Barat.

Setelah selesai makan siang lanjut Saleh, dua orang anak tersebut yakni Juan dan Edo langsung mandi di pantai. Saat sedang asyik mandi, keduanya terseret arus laut.

Melihat itu, Risno, Seprianus dan Lambertus, berupaya untuk membantu. Namun mereka malah ikut terseret arus. Melihat kejadian tersebut, beberapa warga yang ada di sekitar pantai membantu dan berhasil menyelamatkan dua anak itu.

Baca juga; Tragis. . . Lagi Selfie, Sepasang Kekasih Tewas di Pantai Terseret Ombak

Baca juga; Nining Sunarsih yang Kabarnya Hilang Terseret Ombak Ditemukan, Dokter: tak Ada Luka Bekas Tenggelam

Warga juga kata Saleh, berhasil menyelamatkan Risno dan Lambertus. Warga sempat membawa Risno ke Rumah Sakit Lende Moripa, namun nyawanya tak bisa diselamatkan.

Sementara itu, Seprianus tidak berhasil ditemukan warga karena hanyut dan hilang terbawa arus. "Tenggelamnya para korban, disebabkan keadaan cuaca yang buruk di Pantai Lailiang, di mana arus atau gelombang sangat deras," ungkap Saleh.

Saat ini kata Saleh, polisi bersama masyarakat setempat dan nelayan melakukan pencarian terhadap Seprianus yang masih menghilang. "Kami mengimbau kepada masyarakat dan keluarga untuk tetap tenang dan tidak ikut ke laut melakukan pencarian," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bantu 2 Anak Terseret Ombak, ASN Puskesmas NTT Tewas, 1 Hilang"

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved