Breaking News:

483 Personel Gabungan Amankan Aksi Unjuk Rasa Terkait Pembongkaran Rumah Warga SKM

Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Pasar Segiri (FKMPS) kembali turun ke jalan, kali ini warga melakukan unjuk rasa d

HO/HUMAS POLRESTA SAMARINDA
Aparat gabungan bersiap melakukan pengamanan aksi unjuk rasa di Jalan dr Soetomo, Rabu (5/8/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Pasar Segiri (FKMPS) kembali turun ke jalan, kali ini warga melakukan unjuk rasa di Jalan dr Soetomo, sekitar Pasar Segiri Samarinda, Kalimantan Timur.

Aksi unjuk rasa tersebut merupakan rangkaian aksi yang telah dilakukan massa sejak Senin (3/8/2020) lalu di DPRD Provinsi Kaltim, dan Selasa (4/8/2020) di Kantor Gubernur Kaltim.

Bahkan, unjuk rasa kali ini akan dilakukan selama tiga hari, yakni mulai hari ini Rabu (5/8/2020) hingga Jumat (7/8/2020) mendatang, dengan titik unjuk rasa di Jalan dr Soetomo.

Guna menjaga ketertiban selama aksi unjuk rasa, aparat gabungan dari TNI, Polri, Brimob dan Satpol PP dikerahkan dengan total personel gabungan mencapai 483 orang.

"Pada pengamanan unjuk rasa kali ini, kami kerahkan aparat gabungan, dari Polresta Samarinda, lalu ada jajaran TNI, personel Brimob dan Satpol PP," ucap Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Arif Budiman, Rabu (5/8/2020).

Pihaknya mengimbau kepada massa aksi untuk menyampaikan aspirasinya dengan tertib agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya.

Baca juga: Dahsyatnya Ledakan di Lebanon, Jumlah Korban Tewas & Luka-luka Tak Main-main, Kerusakan Sangat Parah

Baca juga: Kabar Terbaru, Virus Corona 18 Juta Kasus, WHO Tiba-Tiba Umumkan Mungkin Tak Akan Ada Obat Ampuh

"Sampaikan aspirasi dengan tertib," tuturnya.

Aparat gabungan nantinya akan melakukan pengamanan mulai pukul 06.00-18.00 Wita. Massa diharapkan agar membubarkan diri secara tertib jika waktu unjuk rasa sesuai dengan ketentuan sudah berakhir.

Sebagai informasi, FKMPS berasal dari warga masyarakat Sungai Karang Mumus (SKM), terdiri dari warga RT 26, RT 27 dan RT 28.

Pada unjuk rasa sebelumnya, massa menuntut agar dihentikan proses pembongkaran rumah warga di sekitar Pasar Segiri, sesuai dengan surat edaran Gubernur Kaltim No 903/2557/BP3/B.AP, tidak ada aktivitas pembangunan selama pandemi Virus Corona ( covid-19 ) atau selama 2020 karena dana difokuskan pada kesehatan dan pendidikan.

Massa aksi meminta agar relokasi diberikan dengan layak sesuai janji Pemkot Samarinda. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved