Kebakaran di Samarinda
Mencari Penyebab Kebakaran, Polresta Samarinda Tawarkan Uji Laboratorium Forensik Puslabfor Polri
Kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap penyebab terjadinya kebakaran di Jalan Agus Salim, RT 18 dan RT 19.
Penulis: Christoper Desmawangga | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap penyebab terjadinya kebakaran di Jalan Agus Salim, RT 18 dan RT 19, Kecamatan Samarinda Kota, Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur.
Sejauh ini, Satreskrim Polresta Samarinda masih memintai keterangan terhadap saksi-saksi, termasuk dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
"Ya, kami masih melakukan pendalaman dari keterangan saksi-saksi, termasuk memintai keterangan petugas Damkar," ucap Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Yuliansyah kepada TribunKaltim.co pada Kamis (6/8/2020).
Bahkan, guna dapat memastikan penyebab utama terjadinya kebakaran, pihaknya akan menawarkan ke korban maupun pihak terkait lainnya untuk dilakukan uji laboratorium forensik oleh Puslabfor Polri cabang Surabaya, Jawa Timur.
• NEWS VIDEO Kebakaran Besar Landa Kawasan Pemukiman Padat di Samarinda
• Gubernur Serahkan Bantuan DPP IKAPTK Kaltara ke Warga Korban Kebakaran
"Kalau memang ada yang berkenan, kami akan undang Puslabfor dari Surabaya," jelasnya.
Namun, dugaan sementara pihaknya, kebakaran terjadi akibat korsleting listrik dari rumah Sobirin. Sedangkan kerugian akibat kejadian tersebut mencapai miliaran rupiah.
Sebagai informasi, kebakaran terjadi pada Rabu (6/8/2020) malam kemarin sekitar pukul 20.15 Wita.
Petugas pemadam gabungan baru dapat memadamkan sepenuhnya api pada pukul 01.45 Wita, atau mencapai 5 jam lebih proses penanganan dilakukan.
Sementara itu, akibat kebakaran tersebut terdapat 22 bangunan di RT 18 yang ludes terbakar, dan 128 jiwa dari 42 KK (kepala keluarga) kehilangan tempat tinggal, serta 11 bangunan termasuk satu hotel terbakar di RT 19, dan 38 jiwa dari 13 KK kehilangan tempat tinggal.
Walikota Samarinda Berikan Pesan-pesan
Walikota Samarinda Syaharie Jaang bersama-sama dengan rombongannya datangi lokasi kebakaran Jalan Agus Salim, Kelurahan Sungai Pinang Luar, Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur pada Kamis (6/8/2020).
Dari pantauan TribunKaltim.co, dalam rombongan tersebut turut hadir pula Wakil Walikota Samarinda M. Barkati dan Sekretaris Kota Samarinda Sugeng Chairuddin.
Kebakaran yang terjadi di permukiman padat penduduk sekitar pukul 20.15 Wita tersebut, menghanguskan banyak bangunan milik warga.
Karena seringnya Kota tepian ini terjadi kebakaran, dengan demikian Syaharie Jaang mengimbau kepada seluruh warga Kota Samarinda agar selalu waspada.
• 5 Jam Penanganan Kebakaran di Samarinda, Api Sempat Membesar Kembali
• Dirikan Dapur Umum untuk Korban Kebakaran, Tagana Kaltim Siapkan 3.000 Nasi Bungkus Tiap Hari
• Syarat jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19, Butuh 1.620 Orang
"Saya mengimbau kepada seluruh warga Kota Samarinda untuk kita semua waspada karena kebiasaan kebakaran di daerah kita ini, kalau satu kali kebakaran bisa muncul lagi," ujarnya saat diwawancarai Tribunkaltim.co pada Kamis (6/8/2020).
"Oleh sebab itu kita berdo'a dan selalu waspada bagaimana aliran listrik, kompor, ketika meninggalkan rumah. Sehingga hal ini tidak terjadi lagi," sambungnya.
Dirinya pun tidak menyangkal atas kehadirannya yang baru bisa pada siang hari ini, karena padatnya jadwal yang didapatnya.
"Saya mendapatkan laporan, karena keterbatasan dengan kondisi saat sekarang sehingga kita baru siang ini. Karena dari pagi tadi saya full sampai siang," ujarnya.
Tetapi ia berharap kepada para warga yang mempunyai rezei agar bisa berbagi kepqda para korban.
"Harapan saya kepada warga Samarinda yang mempunyai rezeki yang mempunyai kemampuan untuk membantu saudara - saudara kita yang ada di sini," pungkasnya.
Relawan dan Warga Mengalami Luka-luka
Berita sebelumnya. Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Samarinda, bersama unsur relawan, TNI dan Polri akhirnya dapat memadamkan kebakaran sekitar pukul 22.30 Wita.
Kejadian kebakaran di Jalan Agus Salim, RT 18 dan RT 19, Kecamatan Samarinda Kota sendiri terjadi sekitar pukul 20.15 Wita, Rabu (5/8/2020).
Sejumlah kendala dihadapi petugas pemadam gabungan, mulai dari akses menuju titik api, kerumunan warga, hingga minimnya sumber air.
Bahkan, guna menjangkau titik api yang terdapat di bangunan tinggi, Damkar harus mengerahkan unit kendaraan tangga atau yang biasa disebut Jerapah 1.
• Sebelum Mantan Dandim 0913/PPU Meninggalkan Penajam Paser Utara, Kodim Gelar Acara Pelepasan
• Kebakaran Masih jadi Tontonan Warga Samarinda, Pemadam Kesulitan Padamkan Si Jago Merah
"Api muncul di tengah-tengah permukiman, ini sulit kami jangkau, karena untuk menuju titik api akses jalan hanya berupa gang sempit, belum lagi ditambah banyak warga yang berkumpul dan sumber air sangat minim," ucap Sekretaris Damkar Kota Samarinda, Makmur Santoso, Rabu (5/8/2020).
Selain menghanguskan bangunan tempat tinggal warga, kebakaran juga menghanguskan hotel hingga pertokoan.
Diperkirakan terdapat puluhan bangunan yang terbakar, dengan kerugian mencapai miliaran rupiah.
Terkait dengan penyebab membesarnya api, saat ini kepolisian dari jajaran Polresta Samarinda tengah melakukan penyelidikan mengenai penyebab terjadinya kebakaran.
Sementara itu, dari penanganan yang dilakukan oleh PMI Kalimantan Timur dan PMI Kota Samarinda, terdapat sedikitnya sembilan orang yang harus diberikan pertolongan.
• Carlos Salomao Pastikan Empat Kiper Borneo FC dalam Kondisi Fisik yang Baik
• Dalam Sehari, Edi Damansyah - Rendi Solihin Terima SK dari Tiga Partai Politik di Samarinda
Rata-rata sembilan korban tersebut mengalami luka robek akibat terkena pecahan kaca, maupun akibat terjatuh.
"Semuanya tidak sampai dilarikan ke rumah sakit, hanya kita berikan pertolongan pertama saja di lokasi kejadian," Ucap petugas PMI Provinsi Kaltim, Wahyu Dwi Cahyono.
"Kebanyakan yang alami luka relawan dan warga. Tapi semuanya dalam keadaan baik-baik saja," sambungnya.
Hingga pukul 23.55 Wita, petugas pemadam, relawan, TNI dan Polri, dan pihak lainnya yang terlibat dalam pemadaman kebakaran berangsur angsur meninggalkan lokasi kejadian.
(TribunKaltim.co/Christoper D)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kecm-kota-puing.jpg)