Breaking News:

Berita Pemkab Kutai Barat

Mulai 2021, Pengelolaan Keuangan Daerah Akan Gunakan SIPD Menggantikan Aplikasi SIMDA

pengelolaan dan penataan keuangan daerah selama ini menggunakan Aplikasi SIMDA, dan wajib diganti SIPD mulai tahun 2021

HUMASKAB KUBAR
PELATIHAN SIPD - Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Ir H Achmad Sofyan MM membuka pelatihan SIPD secara daring di ruang rapat koordinasi kantor Bupati Lantai III, Senin (10/8/2020). Pelatihan digelar oleh Badan Keuangan dan Aset Daerah dan diikuti seluruh pemangku kepentinga. 

SENDAWAR - Pemkab Kubar melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah melalui Bidang Anggaran melaksanakan pelatihan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat.

Kegiatan ini diikuti seluruh PD baik dari dinas, badan, kecamatan, puskesmas dan sekolah, dilaksanakan secara daring atau virtual dan dibuka oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Ir H Achmad Sofyan MM di ruang rapat koordinasi kantor Bupati Lantai III, Senin (10/8/2020).

Dalam sambutan tertulis Bupati FX Yapan SH yang dibacakan oleh Pj Sekda Kabupaten Ir H Achmad Sofyan MM mengatakan, pelatihan SIPD bisa menunjang terwujudnya peningkatan kualitas kinerja perangkat daerah di lingkungan Pemkab Kutai Barat, terkhusus kaitannya dengan penyusunan APBD 2021 mendatang.

Turut hadir Kepala Inspektorat, Kepala BKAD Kubar, dan PUSDATIN Sekretariat Kementerian Dalam Negeri yang telah bekerjasama dalam kegiatan SIPD sekaligus menjadi narasumber.

Bupati menyampaikan, hingga saat ini pengelolaan dan penataan keuangan menggunakan Aplikasi SIMDA, akan tetapi berdasarkan aturan kedepannya terhitung tahun anggaran 2021, aplikasi yang wajib digunakan dan dibuat oleh Kementerian Dalam Negeri adalah Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). SIPD mencakup tiga pengelolaan yaitu Informasi Pembangunan Daerah, Informasi Keuangan Daerah dan Informasi Pemerintahan Daerah lainnya.

Dengan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, secara khusus Bupati berpesan, walaupun dilaksanakannya pelatihan secara online atau virtual tidak mengurangi makna dan semangat untuk para peserta untuk menyerap serta mengikuti secara saksama pelatihan dari awal hingga akhir.

Sebab dengan aplikasi baru yang akan diterapkan mulai tahun depan, tentu semua perangkat daerah harus mempersiapkan diri secara optimal, terlebih melaksanakan tupoksi di lingkup kerja masing-masing agar mengerti secara benar alur atau mekanisme penggunaan aplikasi ini nantinya.

“Saya berharap melalui pelatihan ini peserta dapat meningkatkan kemampuannya. Sebab Kutai Barat telah 5 kali berturut-turut mencapai Opini WTP, maka dengan pengelolaan keuangan yang benar dan sesuai aturan niscaya bersama kita dapat mempertahankan Opini WTP dan sukses menerapkan aplikasi ini dalam lingkup kerja. Terlebih evaluasi ABPD nantinya juga menggunakan aplikasi ini,” ujarnya.

Selanjutnya kepada BKAD selaku penyelenggara, Bupati mengapresiasi kinerja di berbagai bidang yang telah berusaha dan berupaya agar penyelenggaraan keuangan hingga penataan aset daerah mulai dari SKPD hingga Kampung dapat berjalan secara benar dan sesuai aturan.

“Semangat mengabdi bagi negara dan melayani masyarakat khususnya di Kutai Barat dapat terus ditingkatkan. Terkait pelatihan ini, tentunya memiliki tantangan tersendiri, semoga tidak ada kendala yang menghambat partisipasi peserta untuk meningkatkan SDM-nya melalui agenda ini. Tak jemu-jemunya saya mengingatkan kepada setiap perangkat daerah untuk evaluasi dan monitoring agar dapat mengetahui sejauhmana peserta memahami dan mengerti seluruh informasi yang diterima,” harap Bupati.

“Bersama kita beri dukungan pada tenaga medis dan tenaga keamanan sebagai garda terdepan dalam menghadapi pandemi ini, dan bersama kita berdoa agar pasien Covid-19 dapat sembuh serta masa pandemi ini segera berakhir,” tambah Bupati.(adv/hms10/naw)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved