Komisi III Panggil Dinas PU Kukar untuk Evaluasi Ambruknya Jembatan Long Penjalin
Ambruknya Jembatan Long Penjalin di Kecamatan Tabang, Kutai Kartanegara dievaluasi Komisi III DPRD Kukar
TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Ambruknya Jembatan Long Penjalin di Kecamatan Tabang, Kutai Kartanegara dievaluasi Komisi III DPRD Kukar.
Legislator memanggil Dinas Pekerjaan Umum (PU). Jembatan Long Penjalin merupakan akses utama menuju Kecamatan Tabang lewat jalur darat.
Jika akses jalur darat tersebut tidak diperbaiki dan kembali terulang, maka akan memberikan dampak kepada 13 desa di Kecamatan Tabang.
“Kita akan memanggil Dinas PU, sudah sejauh mana evaluasinya. Karena ada rencana itu kita mau masukkan di APBD Perubahan,” kata Ketua Komisi III DPRD Kukar, Andi Faisal.
Baca Juga: Perbaikan Jembatan Penjalin dalam APBD Perubahan, Bupati Kukar Edi Damansyah Targetkan Tahun Depan
Baca Juga: Pemkab Kukar Tindaklanjuti Penanganan Jembatan Penjalin yang Ambruk, Bisa Dibangun Lewat CSR
Politisi Partai Golkar itu menegaskan, perbaikan Jembatan Long Penjalin merupakan salah satu program prioritas.
Untuk itu, Komisi III perlu mengetahui hasil evaluasi yang telah dilakukan Dinas PU Kukar. Tak hanya jembatan di Tabang, DPRD akan meminta penjelasan PU, terkait kondisi seluruh jembatan di Kukar.
Komisi III menjelaskan telah melakukan pemetaan jembatan yang sudah lama dikerjakan.
“Ada beberapa daerah juga membangun jembatannya itu tidak sesuai dengan harapan masyarakat,” kata Andi Faisal.
Apresiasi Warga
Diberitakan sebelumnya, warga membuat jalan alternatif sementara.
Hal itu diketahui DPRD Kukar, saat berkunjung ke lokasi ambruknya jembatan tersebut. DPRD Kukar dipimpin Wakil Ketua Alif Turiadi, bersama jajaran Komisi II DPRD Kukar.
Untuk itu, selain mengapresiasi masyarakat, legislator Kukar juga berkomitmen untuk mendukung perbaikan jembatan untuk mengalokasikan anggaran perbaikan.
Jika tidak ada jalan alternatif dibuat agar kendaraan dapat melintasi jembatan, maka untuk masuk ke Tabang, harus melalui jalur sungai, dengan durasi perjalanan lebih lama.
”Kami sangat mengapresiasi apa yang telah dibangun oleh masyarakat. Dengan adanya jalan alternatif ini, tentu dapat membantu warga yang ingin melintas," kata Alif Turiadi, beberapa waktu lalu.
Kendati warga telah membangun jalan alternatif, Alif Turiadi menekankan, bahwa perbaikan Jembatan Long Penjalin, harus tetap dilakukan.
Alif meminta, agar Dinas Pekerjaan Umum Kukar segera menindaklanjuti hal ini. Diharapkan untuk segera membuat perencaan perbaikan dan merealisasikan pembangunan kembali jembatan ini.
“Penanangan perbaikan jembatan ini harus cepat ditangani, sehingga warga setempat tidak kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi. Karena jika menggunakan transpotasi sungai akan memakan waktu terlampau lama, bisa dua hari dua malam baru sampai,” ungkap Alif.
Bahkan, jika air surut, masih kata Alif, jalur transportasi air tidak bisa sampai, dan bahan kebutuhan hidup warga juga akan naik berlipat-lipat harganya.
“Penanganan jembatan ini segera dapat dilakukan agar warga Kecamatan tabang tidak terisolir serta bisa kembali memenuhi kebutuhan ekonominya,” kata Alif. (*)
Baca Juga: Akses Jembatan Long Penjalin yang Ambruk di Tabang, Kini Sudah Bisa Dilewati Mobil Pribadi
Baca Juga: Warga Bangun Jalan Alternatif Pasca Jembatan Long Penjalin Ambruk, DPRD Kukar Sentil Dinas PU
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/03-ketua-komisi-iii-dprd-kukar-andi-faisal.jpg)