Hilang, Penjaga Tambak Diduga Dimangsa Buaya di Muara Pantuan Anggana, Ada Jejak Reptil Buas
Desa Muara Pantuan, Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, diyakini warga sekitar sebagai habitat buaya. Sejumlah warga kerap menja
TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG– Desa Muara Pantuan, Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, diyakini warga sekitar sebagai habitat buaya.
Sejumlah warga kerap menjadi korban santapan reptil buas itu, mulai dari nelayan hingga pemancing.
Kabar teranyar, penjaga tambak di Muara Pantuan dilaporkan hilang, diduga kuat dimangsa buaya karena di sekitar TKP ditemukan jejak hewan reptil buas itu.
Penjaga tambak Hatta, 40 tahun, di Desa Muara Pantuan, Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara dilaporkan hilang, Rabu (2/9/2020).
Baca juga: BREAKING NEWS Penambang Pasir yang Tenggelam di Sungai Kayan Kaltara Berhasil Ditemukan
Baca juga: Terungkap, Baru 1,9 Juta Karyawan Terima BLT Rp 600 Ribu, Begini Cara Setor Rekening ke BPJamsostek

Di lokasi kejadian, hanya tersisa topi dan senter milik Hatta, ia diduga dimangsa buaya saat mengisi tambaknya.
“Kejadiannya Selasa dini hari, sekitar pukul 05.30 Wita. Diduga korban dimangsa buaya,” kata Kapolsek Anggana Iptu Amiruddin, saat dihubungi pewarta, Rabu, 2/9/2020.
Kapolsek menjelaskan, hingga saat ini Hatta belum juga ditemukan. Hilangnya Hatta diketahui saat Selasa pagi, keluarga korban bernama Muklis menelpon keluarga lainnya, Dijah.
Baca juga: Bukannya Langsing Kok Malah Lemas? Ini Tandanya Kamu Kehilangan Massa Otot dan Bukan Lemak Tubuh!
Baca juga: Bukan Hanya Rp 2,4 Juta, Erick Thohir Bawa Kabar Bahagia Baru Soal BLT Karyawan, Masih Bisa Daftar
“Pada saat itu, Dijah menyampaikan bahwa saudara Hatta hilang saat memasukan air ke dalam empang. Ia juga menjelaskan bahwa terdapat jejak buaya di sekitar lokasi kejadian,” kata Amir.
Hal tersebut membuat keluarga korban meyakini Hatta hilang disebabkan dimangsa buaya.
“Informasi dari warga, lokasi tambak yang dijaga tersebut merupakan habitat dari hewan buas berjenis Buaya. Demikian informasi yang dapat kami sampaikan,” kata Amir. (*)