Breaking News:

Berita Pemkab Kutai Barat

Lagi, Satu Pasien Covid-19 di Kubar Meninggal, Kasus Positif pun Bertambah

Dengan demikian, total pasien covid-19 meninggal dunia berjumlah dua orang. Kasus positif covid-19 sudah mencapai 91 kasus

HUMASKAB KUBAR
BERTAMBAH - Pj Sekkab Kutai Barat Achmad Sofyan menyampaikan perkembangan penanaganan covid-19 di media center, Minggu (6/9/2020). Ada penambahan kasus. Dengan demikian, total pasien covid-19 meninggal dunia berjumlah dua orang dan kasus positif 91. 

SENDAWAR - Pasien meninggal dunia dan pasien positif baru akibat covid-19 dilaporkan masing-masing bertambah satu orang, berdasarkan data yang masuk hingga, Minggu (6/9/2020).

Dengan demikian, total pasien covid-19 meninggal dunia berjumlah dua orang. Kasus positif covid-19 sudah mencapai 91 kasus dan selesai isolasi 82 kasus.

Pj Sekkab Kubar Achmad Sofyan mengatakan, satu pasien meninggal dunia berinisial KBR-89, laki dan umur 60 tahun berasal dari Kecamatan Mook Manaar Bulatn (MMB). Pasien itu meninggal dunia, Pukul 16.45 Wita, di RS Pratama Kampung Linggang Mapan Kecamatan Linggang Bigung, pada 4 September 2020.

Sedangkan, pasien positif baru berinisial KBR-91, perempuan dan umur 35 tahun, berasal Kecamatan MMB dan dirawat di RS Pratama, 5 September 2020, kata Achmad Sofyan, pada konferensi pers terkait data perkembangan covid-19 di Kubar, di Media Center TGT2P Covid-19 Kubar atau Rumjab Bupati Kubar, Barong Tongkok sabtu (5/9) lalu.

Pada kegiatan itu, Sekkab Kubar menyertakan pejabat di lingkungan Pemkab Kubar. Diantaranya, Kepala Dinkes Kubar dr. Ritawati Sinaga, Direktur RSUD Harapan Insan Sendawar (HIS) dr. Akbar dan BPBD Kubar. Sedangkan dari Forkompimda Kubar yakni, Polres Kubar dan Kodim 0912 Kubar.

Berdasarkan data TGT2P Covid-19 Kubar, untuk kronologi pasien KBR-89 yang meninggal dunia itu, Achmad Sofyan menyampaikan pada 11 Agustus 2020 pasien pulang ke Kubar, setelah dirawat sekitar 10 hari dari RS Samarinda Medika Citra (SMC) untuk berobat karena katarak dan retinopati.

Pada 3 September 2020, sekitar pukul 02.00 Wita, pasien dibawa oleh keluarganya ke Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD HIS dalam kondisi tidak sadarkan diri dan sesak napas. Pasien dilakukan pemeriksaan fisik dan laboratorium, hasil rapid test didapatkan IgM (Imumunoglobulin M) dan IgG (Immunoglobulin G) reaktif. Pasien dipindahkan ke ruang isolasi UGD.

Berikutnya, pada pukul 08.00 Wita, pasien selesai dilakukan pengambilan spesimen. Pukul 09.20 Wita, hasil swab keluar dan ternyata positif. Pasien segera direncanakan untuk dirawat lanjutan (dipindahkan) ke ruang isolasi RS Pratama. Pada pukul 11.00 Wita, keluarga pasien menolak sebagai pasien covid-19, walaupun sudah ditunjukkan bukti-bukti pemeriksaan dan adik pasien menandatangani surat pulang serta membawa pulang pasien.

Kemudian, pada pukul 14.00 Wita, pasien dijemput oleh Tim RS dan Dinkes untuk dibawa ke RS Pratama. Saat pasien diterima, kondisinya sudah buruk dengan kesadaran menurun. Pada 4 September 2020, pukul 16.30 Wita, Dokter Penanggungjawab Pelayanan Pasien (DPJP) mendapat laporan bahwa pasien sangat memburuk. “Pada Pukul 16.45 Wita, pasien dinyatakan meninggal dunia dan pasien tersebut dimakamkan sesuai protokol covid-19,” jelasnya.

Diketahui, data perkembangan covid-19 di Kubar, pada 6 September 2020 kemarin yakni kasus suspek 269 orang, kasus probable tidak ada, konfirmasi positif 91 orang, jumlah dirawat di RS tujuh orang dan isolasi mandiri empat orang.

Selesai melaksanakan isolasi/pengobatan di RS, 82 orang. Jumlah kematian dua orang, kontak erat 611 orang, jumlah yang di ambil spesimen 883 spesimen, pelaku perjalanan 41.359 orang dan kasus discarded 573 orang.(adv/hms6/naw)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved