News Video
NEWS VIDEO Luhut Beber Masa Kritis Virus Corona di Indonesia Tersisa 2 Bulan
Luhut Binsar Pandjaitan beber masa kritis Virus Corona di Indonesia tersisa 2 bulan, awal Desember 40 Juta vaksin tiba
TRIBUNKALTIM.CO - Luhut Binsar Pandjaitan beber masa kritis Virus Corona di Indonesia tersisa 2 bulan, awal Desember 40 Juta vaksin tiba.
Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menuturkan awal Desember diperkirakan 40 juta dosis vaksin covid-19 tiba di Indonesia.
Dengan demikian, negara ini perlahan terbebas dari belenggu Virus Corona.
Diketahui, saat ini Bio Farma bersama Sinovac China sedang melakukan uji klinis vaksin di Jawa Barat.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyatakan, dalam penanganan pandemi covid-19 vaksin memiliki peranan sangat penting.
Ia pun menjanjikan Indonesia akan memiliki vaksin pada Desember 2020.
• Apa Adanya di ILC, William Aditya PSI Bongkar Dampak Rem Darurat Anies di Jakarta, Tabrakan Beruntun
• Heboh Ospek Online Unesa, Kabar Terkini Mahasiswa Senior, Diterapi, Mental Drop Ditekan di Medsos
• Tiba-Tiba Ahok Minta Kementrian Erick Thohir Dibubarkan, Singgung Bagi-Bagi Jabatan, Gaji Tak Wajar
• Akhirnya Ahok Beber Kejanggalan Pertamina, Bongkar Dibalik Akuisisi Sumur-Sumur Minyak Luar Negeri
"Tentu untuk menghilangkan ( covid-19) kita harus menunggu obat dan vaksinnya.
Vaksin pertama akan masuk di Indonesia pada awal Dessember 2020, mudah-mudahan bisa lebih cepat," ungkapnya dalam kesempatan launching Bangga Buatan Indonesia Kemendag, Rabu (16/9/2020).
Ia menjelaskan, jika berjalan sesuai rencana maka di akhir tahun sudah bisa tersedia vaksin di Indonesia yang jumlahnya 30 juta-40 juta vaksin covid-19.
"Maka critical time kita adalah dua bulan ke depan, san setelah itu nanti kuartal I tahun depan keadaan jadi semakin baik," katanya.
Luhut sendiri mengklaim, saat ini penanganan pandemi covid-19 secara nasional sudah berjalan dengan sistem yang semakin membaik.
Setelah sebelumnya, pada awal kemunculan Virus Corona di Maret-Mei 2020 banyak kesulitan dalam penanganannya.
"Memang awal-awal Maret, April, Mei kita masih banyak mengalami hambatan.
Tapi sekarang sudah semakin tertib penanganannya," ujarnya.
Oleh sebab itu, ia berharap kondisi perbaikan ini bisa terus berlanjut seiring tersedianya vaksin di akhir tahun nanti.
Sehingga, pemulihan ekonomi pun bisa dilakukan.