Breaking News:

Merasa Tak Dipenuhi Haknya, 4 Koperasi Kelapa Sawit Mengadu ke DPRD Kutim, Jawaban PT Gunta Samba

Empat koperasi mitra perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Kaubun, mengadu ke DPRD Kutai Timur, Kamis (24/9/2020). Mengaku hak mereka tak ditunaikan

TRIBUNKALTIM.CO, MARGARET SARITA
Pelaksanaan RDP di ruang panel DPRD Kutim, mendengar keluhan Koperasi kelapa sawit di Kecamatan Kaubun, Kamis (24/9/2020). (MARGARET SARITA/TRIBUNKALTIM.CO) 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Empat koperasi mitra perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Kaubun, mengadu ke DPRD Kutai Timur, Kamis (24/9/2020). Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dipimpin Ketua Komisi B, Faizal Rachman, keempat perwakilan koperasi tersebut mengaku hak mereka tidak ditunaikan oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Gunta Samba. Terutama soal Sisa Hasil Usaha ( SHU) dan uang Tandan Buah Segar (TBS).

Keempat koperasi tersebut, KUD Tani Makmur, Koperasi Karya Pembangunan, Koperasi Gunung Mas dan KSU Darma Mulia Abadi.

Mereka berharap, perusahaan tersebut bermitra secara professional dan tak hanya berinvestasi saja, tapi investasi tersebut bisa menyejahterakan masyarakat sekitar wilayah mereka beroperasi.

“Intinya, dalam kemitraan, kami ingin PT Gunta Samba professional. Ada kesetaraan, transparansi dan saling untung. Kami perlu kejelasan SHU tahun 2019 yang sampai saat ini belum diterima empat koperasi mitra mereka.

Pada 2019 sudah tutup buku. Kami minta perusahaan selesaikan masalah itu,” ungkap Handoko dari KSU Darma Mulia Abadi ( DMA) sekaligus perwakilan koperasi lainnya.

Baca juga; Hasil Rapat Pleno, Inilah Nomor Urut Peserta Cabup Cawabup Kutim dalam Pilkada Serentak 2020

Baca juga; VIRAL KISAH Janda 3 Anak dan 1 Cucu Bertahun-tahun Tinggal di Gubuk Reyot di Samping Makam Suami

Permasalahan keempat koperasi, menurut Faizal, sudah cukup berlarut. Sehingga dirinya memutuskan menggelar RDP di DPRD Kutim, dengan menghadirkan perwakilan PT Gunta Samba dan Dinas Perkebunan. Namun, kedua pihak tersebut justru tidak hadir. Jadi hanya pihak koperasi saja yang ada.

“Saya sebagai anggota DPRD, berada di tengah. Tidak mau menghambat investasi. Tapi, investasi juga harus menyejahterakan masyarakat. Kalau satu koperasi saja yang bermasalah, bisa kita simpulkan adanya salah paham. Tapi ini, empat koperasi dengan masalah yang sama,” ujar Faizal.

Sehingga, lanjut Faizal, dirinya ingin mendudukan kedua belah pihak dan mencari solusi atas permasalahan tersebut. Agar permasalahan dapat diselesaikan dengan baik. Tapi, perusahaan maupun Dinas Perkebunan malah tidak hadir.

Halaman
12
Penulis: Margaret Sarita
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved