Kamis, 30 April 2026

Peringati Hari G-30S/PKI dan Kesaktian Pancasila, Ini Kata Kepala Kesbangpol Kukar

Tidak ada kegiatan pemutaran film G-30S PKI secara terbuka atau yang biasa disebut nonton breng (Nobar) film G-30S PKI.

Tayang:
Penulis: Aris Joni | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/ARIS JONI
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Rinda Desianti menegaskan tidak ada kegiatan pemutaran film G-30S PKI secara terbuka atau yang biasa disebut nonton breng (Nobar) film G-30S PKI.TRIBUNKALTIM.CO/ARIS JONI 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Memperingati hari G-30S PKI, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Rinda Desianti menegaskan tidak ada kegiatan pemutaran film G-30S PKI secara terbuka atau yang biasa disebut nonton breng (Nobar) film G-30S PKI.

Dikatakan Rinda, ditiadakannya pemutaran film secara terbuka tersebut dikarenakan untuk menghindari adanya kerumunan di masa pandemi covid-19 yang terjadi saat ini.

“Tidak ada pemutaran film, kalau diadakan pemutaran film di tempat tertentu kan berpotensi terjadi kerumunan,” ujarnya saat ditemui awak media di kantornya, Rabu, (30/9/2020).

Baca Juga:GRATIS Link Download Film G30S/PKI dan Link Nonton Streaming Film G30S PKI di TV One Malam Ini

Baca Juga:Sejumlah Adegan Film G30S PKI yang tak Sesuai Fakta, Propaganda Orde Baru? Kesaksian Dokter Forensik

Ia menjelaskan, sebenarnya upaya Pemerintah Pusat untuk menayangkan film G-30S PKI di televisi dianggapnya sudah cukup bagus, sehingga masyarakat dapat menyaksikan film tersebut di rumah masing-masing.

“Jadi masyarakat tahu apa sebenarnya yang terjadi pada tahun 1965 itu,” tuturnya.

Selain itu ucap dia, selain hari ini memperingati hari G-30S PKI, keesokan harinya pada 1 Oktober 2020 seluruh masyarakat Indonesia juga akan memperingati hari kesaktian Pancasila.

“Dan Saya mendampingi Plt Bupati, Sekda dan Kabag Tata Pemerintahan di Kukar akan menyaksikan hari kesaktian Pancasila di Jakarta melalui virtual saja,” jelasnya.

Rinda juga menerangkan, terkait upacara hari kesaktian pancasila hanya diperbolehkan untuk wilayah yang zona hijau, sedangkan di zona merah hanya boleh melaksanakan upacara secara virtual saja.

“Imbauan saya tetap hari itu merupakan peristiwa sejarah, yang mana G-30S PKI terjadi pada 30 September dan 1 Oktober merupakan Kesaktian Pancasila, karena saat itu ada upaya penggantian dasar negara, tapi kekuatan pancasila itu terbukti dan tetap berdiri di negeri ini,” paparnya.

Pada peringatan tersebut, Rinda berharap pemerintah pusat bisa memasukan kembali pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) dan menggalakan kembali Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4).

“Karena saat ini generasi muda masih banyak yang belum memahami Pancasila yang sesungguhnya,” pungkasnya.(Tribunkaltim.co/Aris Joni)

Baca Juga:Di ILC, Fadli Zon Bongkar Misteri Pertemuan Kolonel Latief dan Soeharto Sebelum Aksi G30S/PKI Pecah

Baca Juga:LENGKAP Kata-kata untuk Pahlawan Korban G30S/PKI, Ucapan Bijak/Caption, Tulisan G30S PKI yang Benar?

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved