Akses Jalan Ditutup, Perwakilan Garda Sempat Adu Mulut dengan Massa Aksi Tolak Omnibus Law
Perwakilan Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) sempat adu mulut atau cekcok dengan perwakilan massa aksi tolak Omnibus Law/ UU Cipta Kerja di Simpang Empat
Penulis: Muhammad Riduan |
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Perwakilan Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) sempat adu mulut atau cekcok dengan perwakilan massa aksi tolak Omnibus Law/ UU Cipta Kerja di Simpang Empat Mal Lembuswana, Rabu (7/10/2020) sekira pukul 17.30 Wita.
Dari pantauan TribunKaltim.co, terlihat massa meladeni penyampaian yang dilontarkan perwakilan Garda.
Tak ada keributan yang menyebabkan kerusuhan, hanya penyampaian-penyampaian yang diajukan oleh keduanya.
Saat disambangi awak media, Nathin, perwakilan Garda menyampaikan bahwa meminta membuka akses jalan untuk rekanannya melewati tempat unjuk rasa berlangsung.
"Jadi di sini kami minta untuk teman-teman mahasiswa, biar memberikan akses jalan untuk Ojol agar kami tidak perlu mutar jauh," ungkap Nathin, Rabu (7/10/2020).
Dia mengatakan, pihaknya mengapresiasi dan mendukung penuh akan adanya aksi yang dilakukan oleh pihak massa.
Namun, dia sangat menyayangkan dengan adanya pemblokadean jalan.
Baca juga: Divonis Bebas, Terdakwa Tagih Utang Istri Kombes Pingsan di Ruang Sidang, Hakim Temukan Bukti Baru?
Baca juga: KISAH PILU Awalnya Hanya Benjolan Kecil di Gusi, Kini Pengaruhi Bentuk Wajah Jurni
Baca juga: Kasus Aktif Covid-19 Masih di Bawah Rata-rata Dunia, Ini Kata Jubir Satgas
"Kami mengapresiasi dan mendukung penuh dengan adanya aksi yang dilakukan. Namun kami menyayangkan dengan adanya penutupan jalan," ucapnya dan mulai meninggalkan lokasi.
Tak lama, massapun juga mulai meninggalkan lokasi tempat kumpulnya aksi.
Lalu sebagian dari mereka bergeser menuju lokasi titik kumpul pertama yang berada di jalan M. Yamin, depan gerbang Universitas Mulawarman.
Terpantau, massa yang berada di titik kumpul pertama akan melakukan aksi kembali dan sudah menutup satu jalur.
(TribunKaltim.co/Muhammad Riduan)