Perkembangan E-Commerce Menjanjikan, Transaksi Terus Meningkat Tiap Tahun
Terbukti dari angka capaian yang dibeber Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi dalam acara Seminar Capital Market Summit & Expo.
Penulis: Heriani AM | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Perkembangan e-commerce dewasa ini nampak terus mengalami peningkatan.
Terbukti dari angka capaian yang dibeber Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi dalam acara Seminar Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2020 secara virtual.
Pria berkacamata ini mengatakan bisnis e-commerce menjadi salah satu sektor yang pertumbuhannya begitu pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Disebutkannya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2019 saja pertumbuhan usaha e-commerce mencapai 25,11 persen.
Baca Juga: Peringatan Dini Prakiraan Cuaca BMKG Minggu 25 Oktober 2020 di Indonesia, Samarinda Hujan Ringan
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Balikpapan Sabtu 24 Oktober 2020, Tidak Turun Hujan, Sepanjang Hari Cerah Berawan
Padahal sebelumnya tahun 2010 usaha e-commerce di Indonesia hanya tercatat 1,53 persen saja.
Padahal sejak pertama kali masuk ke Indonesia, e-commerce sangat diragukan oleh konsumen.
"Industri e-commerce di Indonesia telah mengalami pertumbuhan yang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir," ujarnya.
Baca Juga: Kasus Aktif Covid-19 Saat Ini dalam Persentase Terkecil, Sudah Banyak yang Sembuh
Baca Juga: Kasus Aktif Covid-19 Saat Ini dalam Persentase Terkecil, Sudah Banyak yang Sembuh
Baca Juga: Dokter Reisa Beberkan 2 Hal yang Bisa Dilakukan Warga dalam Penanganan Covid-19
Baca Juga: UPDATE Pasien Covid-19 di Indonesia yang Sembuh Capai 80 Persen, Kasus Aktif Corona Menurun
Kepercayaan masyarakat tumbuh seiring berjalannya waktu. E-commerce pun mulai diterima eksistensinya. Bahkan kini, jumlah transaksi dan pengguna e-commerce mengalami tren meningkat.
Utamanya di era pandemi seperti saat ini, dimana pembatasan sosial diberlakukan. Bahkan menurut data Bank Indonesia (BI), total nilai transaksi perdagangan barang dari bulan Januari 2020 hingga Agustus 2020 mencapai Rp 157,31 triliun.
Baca Juga: Wapres Maruf Amin Beber Sejak Zaman Nabi Ada Pandemi, Ada Pola Pentingnya Cuci Tangan
Baca Juga: Bukan Teori Semata, Kemendikbud Meminta Mahasiswa Sosialisasikan Protokol 3M Tangkal Corona
Angka tersebut sudah lebih dari tiga perempat total nilai transaksi marketplace di sepanjang tahun 2019 yang sebesar Rp 205,5 triliun.
Irnano menambahkan, dari data-data tersebut, bukan hal mustahil jika di Indonesia, bisnis e-commerce sangat menjanjikan.
Baca Juga: Epidemiolog UI Sebut Vaksin yang Lebih Aman dan Tanpa Efek Samping adalah Protokol 3M
Baca Juga: Ada Penambahan Laboratorium, Pemerintah Indonesia Terus Optimis dalam Penanganan Covid-19
"Apalagi, Indonesia menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan industri e-commerce yang terbesar di dunia," pungkasnya.
(Tribunkaltim.co/Heriani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ilustrasi-e-commerce-pemerintah-tarik-aturan-pajak-e-commerce.jpg)