Kamis, 23 April 2026

Penanganan Covid

Menko PMK Muhadjir Effendy Sebut Masyarakat Harus Diingatkan Terus Soal Protokol Kesehatan

Sejumlah daerah di Tanah Air memberlakukan sanksi berupa denda bagi para pelanggar protokol kesehatan. Hal ini dilakukan pemerintah daerah agar warga

KOMPAS.COM/DANI PRABOWO
Menko PMK Muhadjir Effendy menilai edukasi dan sosialiasi terhadap protokol kesehatan harus diperkuat. KOMPAS.COM/DANI PRABOWO 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA- Sejumlah daerah di Tanah Air memberlakukan sanksi berupa denda bagi para pelanggar protokol kesehatan.

Hal ini dilakukan pemerintah daerah agar warga disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan demi memutus mata rantai penyebaran covid-19.

Mengingat saat ini kasus covid-19 di sejumlah daerah Tanah Air masih terus bertambah.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ( Menko PMK ) Muhadjir Effendy menilai edukasi dan sosialiasi terhadap protokol kesehatan harus diperkuat.

Menurut Muhadjir Effendy, upaya ini harus dilakukan secara berkesinambungan sehingga masyarakat akan patuh dan menjadikan sebagai kebiasaan baru.

"Seperti dalam teori pengadopsi baru, masyarakat ini harus diingatkan terus. Pendekatannya juga akan lebih efektif melalui penyadaran dengan memberikan edukasi, imbauan, nasihat, itu yang harus dikedepankan," ujar Muhadjir Effendy melalui keterangan tertulis, Minggu (25/10/2020).

Meski begitu, Muhadjir Effendy menilai masyarakat tidak bisa diberikan pendekatan penyadaran secara paksa.

 
Menurutnya, pemerintah terutama para pejabat publik dan tokoh masyarakat harus memberikan contoh yang dapat diikuti oleh khalayak.

"Jadi sebenarnya kalau ada daerah yang memberikan sanksi itu boleh-boleh saja. Namun yang paling efektif, saya kira tetap kita harus terus disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan sehingga menjadi bagian dari kehidupan kita atau yang istilahnya disebut new normal," tutur Muhadjir Effendy.

Seperti diketahui, saat ini Pemerintah lewat Satgas Covid-19 terus menggencarkan kampanye penyuluhan 3M.

Kampanye 3M ini terus menerus disosialisasikan supaya masyarakat tidak lupa bahwa penyebaran covid-19 banyak datang dari pergerakan manusia.

Sehingga pelaksanaan 3M harus dijalankan secara ketat.

Trust Issue Jadi Masalah Terbesar Penanganan Covid-19

Banyak masyarakat masih abai dengan protokol kesehatan yang memicu angka kasus covid-19 terus bertambah. 

Namun ancaman terbesar dalam penanganan covid-19 adalah masyarakat yang bosan dalam upaya mencegah penularan covid-19.

Ini disampaikan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Bila bosan dengan segala upaya mencegah penularan covid-19, kata Ganjar, masyarakat tidak akan lagi peduli.

Hal ini disampaikan Ganjar Pranowo saat berbicara dalam webinar Kompas Talks bertema 'Strategi Indonesia Keluar dari Pandemi' bersama Kagama, Sabtu (24/10/2020).

"Kalau nanti ini tidak bisa kita tangani dengan cepat, apakah yang akan terjadi? pembosanan," ucap Ganjar.

"Dan pada saat kebosanan itulah bahaya yang paling mengancam, karena mereka tidak akan peduli dan kemudian ternyata hari ini itu terjadi," kata politikus PDIP itu.

Ganjar Pranowo menceritakan, salah satu masalah terbesar dalam penanganan covid-19 adalah munculnya trust issue seputar covid-19 di tengah masyarakat.

Personal mengenai trust issue ini mencuat ke publik saat awal-awal pandemi covid-19 mewabah, yakni antara bulan Februari-Maret.

Bahkan, lanjut Ganjar Pranowo, masalah trust issue seputar covid-19 ini berlangsung hingga saat ini.

Di mana masih ada sejumlah kelompok masyarakat yang tidak percaya bahwa Virus Corona ini nyata.

Baca juga: Debat Kandidat Gubernur Kaltara, Irianto- Irwan Dorong Lahirnya Perda Penanganan Covid-19

Baca juga: Calon Gubernur Zainal Paliwang Akan Gandeng KPK dan tak Terapkan Fee Proyek 20 Persen

Baca juga: INFO BMKG Prakiraan Cuaca Senin 26 Oktober 2020, Bandung Hujan Petir dan Samarinda Hujan Ringan

"Maka ada satu trust issue pada saat itu, ini penyakit beneran atau tidak ya? Benar tidak sih cara menularnya? Bahkan sampai saat ini masih ada yang tidak percaya. Ada istilah konspirasi, ada pakai istilah ini cuma cerita-cerita yang tidak harus dipercaya," ucap Ganjar Pranowo.

"Maka ini akan jadi persoalan, sampai bulan ke delapan akan jadi persoalan. Lalu media, terus kemudian sosialisasi, semua cerita kengerian di awal-awal itu," ujar Ganjar Pranowo.

Catatan Redaksi:

Bersama-kita lawan Virus Corona.

Tribunnews.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Menko PMK Muhadjir Effendy Minta Edukasi Protokol Kesehatan Digencarkan, https://www.tribunnews.com/corona/2020/10/25/menko-pmk-muhadjir-effendy-minta-edukasi-protokol-kesehatan-digencarkan

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ganjar Pranowo: Masyarakat yang Bosan Dengan Upaya Mencegah Covid-19 Adalah Ancaman Paling Berbahaya,  https://www.tribunnews.com/corona/2020/10/25/ganjar-pranowo-masyarakat-yang-bosan-dengan-upaya-mencegah-covid-19-adalah-ancaman-paling-berbahaya

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved