Penanganan Covid
Penanganan Pandemi Corona di Balikpapan, Kesulitan Penuhi Target Tracing, Ajukan Pengadaan Mobil PCR
Pemerintah Kota Balikpapan kesulitan memenuhi target Satgas Covid-19 Nasional dalam melakukan tracing atau pemeriksaan swab
Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Budi Susilo
Baca Juga: Satgas Covid-19 Beberkan Kasus Aktif di Indonesia Lebih Rendah Dibanding Dunia
Baca Juga: Memperingati Hari Pahlawan, Inilah Pesan Dandim dan Kapolres Berau kepada Pemuda
Baca Juga: Peluang yang Menjanjikan Selama Covid-19, Telkomsel Ungkap Tantangan 4C
Baca Juga: Satgas Imbau Pengawasan Pekerja Migran Harus Diperketat, Positif Covid-19 di Eropa Meningkat
Maka itu, Walikota Balikpapan dua periode ini pun meminta dukungan agar program PCR gratis yang dibiayai APBN, ada di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.
Misalnya nanti apakah bisa ditunjuk di RSKD, RSUD atau di RS Tentara.
Dengan begitu kita bisa melakukan tracking lebih masif lagi.
"Untuk mencapai seperti harapan tracking sampai 30 orang,” imbuhnya.
Pentingnya terapkan protokol 3M
Mendagri RI Tito karnavian mengingatkan pentingnya menerapkan protokol kesehatan.
"Konsep protokol kesehatan, pasang kain masker, jaga jarak, cuci tangan, ini betul-betul harus diterapkan. Kerawanan mungkin akan terjadi di tempat-tempat wisata," kata Tito.
Baca Juga: Ada 6 Klaster Pelaku Kerusuhan dalam Demonstrasi UU Cipta Kerja, Peneliti Senior LIPI Membeberkan
Baca Juga: Harap tak Ada Lagi Demo UU Cipta Kerja, Walikota Balikpapan Rizal Effendi Dekati Rektor Kampus
Pemerintah lewat Satgas covid-19 saat ini terus menggencarkan kampanye penyuluhan 3M (Memakai masker, rajin mencuci tangan, selalu menjaga jarak).
Kampanye protokol 3M ini terus menerus disosialisasikan agar masyarakat tidak lupa bahwa penyebaran covid-19 banyak datang dari pergerakan manusia.