Breaking News:

Berita Pemkab Kutai Barat

Pemkab Kubar Siapkan 1.000 Paket Sembako di Pasar Murah, Harga Normal Rp 250 Ribu Dijual Rp 155 Ribu

Kali ini kegiatan pasar murah dilaksanakan dalam rangka menyambut Natal dan tahun baru serta membantu warga masyarakat

HUMASKAB KUBAR
PASAR MURAH -┬áKepala Bagian Ekonomi Setkab Kutai Barat, Andi Kristison, menutup kegiatan pasar murah di Kecamatan Damai 

SENDAWAR - Pemkab Kubar melalui Bagian Ekonomi menutup rangkaian pasar murah di Kecamatan Damai. Kegiatan pasar murah Tahun 2020 tersebut dilaksanakan di empat kecamatan dengan menyiapkan 1.000 paket. Setiap kecamatan mendapatkan 250 paket.

Kali ini kegiatan pasar murah dilaksanakan dalam rangka menyambut Natal dan tahun baru serta membantu warga masyarakat terdampak covid-19.

Kepala Bagian Ekonomi Andi Kristison SP menjelaskan, kegiatan pasar murah tahun 2020 dilaksanakan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Kali ini, Pemkab Kubar melakukan pasar murah dengan sistem paket. Dalam satu paket terdapat sembilan jenis barang diantaranya beras 5 kg, gula 1 kg, minyak goreng 1 liter, 1 piring telur ayam, teh, kopi, garam, bawang merah dan putih.

Harga paket normal Rp 250 ribu namun ada subsidi Rp 95 ribu, sehingga satu paket yang dijual kepada warga hanya seharga Rp 155 ribu.

Andi menambahkan, kegiatan pasar murah sudah tiga tahun dilaksanakan. Tetapi akibat pandemi di tahun 2020, maka hanya mampu melaksanakan di empat kecamatan. Sebelumnya dilakukan di 10 kecamatan. Untuk tahun 2021 juga telah dianggarkan untuk pasar murah di empat kecamatan yang berbeda dengan tahun 2020. Andi berharap, pelaksanaan pasar murah ini membantu warga masyarakat yang terdampak covid-19.

Untuk pelaksanaan pasar murah tahun mendatang, diharapkan covid-19 sudah berlalu sehingga pasar murah tidak dilakukan sistem paket namun menjual satuan barang. ”Jadi masyarakat yang ingin membeli keperluannya, bisa memilih kebutuhannya saja.

Namun saat pandemi, kita harus menjaga agar tidak berkerumun dan mematuhi protokol kesehatan maka dilakukan dengan sistem paket, dimana orang datang mendaftar dan membayar selanjutnya bisa menunggu dengan jarak yang sudah ditentukan,” kata Andi.

Andi juga menyampaikan antusiasme masyarakat di lapangan yang mengharapkan pasar murah lebih sering dilaksanakan. Kalau bisa, setiap bulan atau tiga bulan dan dilaksanakan di beberapa kampung di wilayah kecamatan yang jauh dari pusat kota.

Ia juga menjelaskan, sasaran dari pasar murah ini tentu warga ekonomi menengah ke bawah. Pasar murah dilakukan melalui koordinasi dengan pihak kecacatan dan pengurus kampung agar tepat sasaran masyarakat penerimanya. (adv/hms10/naw)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved