Virus Corona
Resesi yang Dialami Indonesia Lebih Baik, Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Terbaik di Bawah Tiongkok
Resesi yang dialami Indonesia masih lebih baik, proyeksi pertumbuhan terbaik di bawah negara Tiongkok
Utamanya ini andil dari komoditas perikanan," ujarnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) juga menyatakan, perkembangan tingkat inflasi dari bulan ke bulan maupun dari tahun ke tahun di awal musim penghujan akhir tahun ini berlanjut.
Setianto mengatakan, inflasi November 2020 sebesar 0,28 persen, berlanjut setelah inflasi Oktober sebesar 0,07 persen.
Itu di November sebesar 0,28 persen. Jadi, memang perlu diwaspadai terkait dengan mulai musim penghujan, kemudian adanya libur panjang beberapa waktu yang lalu," ujarnya.
Setianto menjelaskan, terkait dengan musim penghujan ke depan dapat mengganggu distribusi barang dari produsen ke konsumen.
Untuk inflasi November 0,28 persen utamanya karena kenaikan harga makanan dan minuman dengan andil sebesar 0,22 persen.
Baca juga: Guru dan Pengawas jadi Kasus Covid-19 Tertinggi di Penajam Paser Utara
Baca juga: 742 Calon KPPS dan Pengawas Pemilu Lanjut Swab, Positif Covid-19 Dilarang Bertugas
"Untuk kategori inflasi makanan dan minuman ini contohnya daging ayam dengan andil 0,08 persen," kata Setianto.
Sementara, ayam ras, bawang merah, kemudian untuk emas perhiasan ini mengalami penurunan harga atau deflasi dengan andil 0,02 persen.
Kemudian, beras dan daging sapi juga ada penurunan harga dengan andil 0,01 persen atau mengalami deflasi," pungkasnya.
(Tribun Network/van/nas/wly)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kemenkeu Sebut Diantara Anggota G-20, Proyeksi Pertumbuhan Indonesia Terbaik di Bawah Tiongkok, https://www.tribunnews.com/nasional/2020/12/02/kemenkeu-sebut-diantara-anggota-g-20-proyeksi-pertumbuhan-indonesia-terbaik-di-bawah-tiongkok?page=all
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/grafik-pertumbuhan-ekonomi_20150708_135615.jpg)