Senin, 13 April 2026

Penanganan Covid

Bima Arya: Lebih Berbahaya Lagi, 50 Persen Warga Bogor Antara Percaya dan Tidak Covid-19

Walikota Bogor Bima Arya bahkan mengatakan, di wilayahnya belasan persen masyarakatnya masih percaya covid-19 merupakan teori konspirasi.

Editor: Samir Paturusi
KOMPAS.com/FIRDA ZAIMMATUL MUFARIKHA
Walikota Bogor Bima Arya bahkan mengatakan, di wilayahnya belasan persen masyarakatnya masih percaya covid-19 merupakan teori konspirasi. 

TRIBUNKALTIM.CO-Per 3 Desember 2020, angka covid-19 menembus rekor baru dengan 8.369 kasus.

Meski begitu, teryata jumlah masyarakat yang tidak percaya adanya Virus Corona masih tinggi.

Walikota Bogor Bima Arya bahkan mengatakan, di wilayahnya belasan persen masyarakatnya masih percaya covid-19 merupakan teori konspirasi.

Baca Juga: Pasien Covid-19 Ditemukan Tewas, Diduga Loncat dari Lantai 6 Rumah Sakit di Balikpapan

Baca Juga: Pasien Covid-19 Tewas Diduga Jatuh dari Lantai 6 Rumah Sakit Ternyata Karyawan Perusahaan Alat Berat

Baca Juga: Bertambah 32 Kasus Positif Covid-19 di Tarakan, Total Kasus Aktif Capai 398 Orang

Hal itu disampaikan Bima saat dialog bertajuk Pandemi Belum Berakhir: Patuhi Protokol Kesehatan! yang disiarkan kanal YouTube BNPB Indonesia, Jumat (4/12/2020).

"Ada 19 persen dari Warga Bogor yang percaya covid itu teori konspirasi, 29 persen percaya," kata Bima.

Menurut Bima, yang lebih berbahayanya lagi, ada sekitar 50 persen warga Bogor yang antara percaya dan tidak terhadap bahaya covid.

"Kalau dalam politik itu sering disebut swingvoters, tergantung siapa yang ngomong," ucapnya.

Baca Juga: Peduli Dampak Covid-19, Jasa Raharja Gelar Rapid Test di Kubar dan Sosialisasi Pajak Kendaraan

Baca Juga: Lapangan Lang-lang Bontang Kembali Dibuka pada 10 Desember, Bukan Ditutup karena Covid-19

Baca Juga: Total Kasus Baru Positif Covid-19 di Kutai Barat Capai 344 Orang

Bima menambahkan, ada kemungkinan warga Bogor percaya dengan sejumlah sumber. Mulai dari tokoh agama hingga artis.

Maka dari itu, menurut Bima, sudah saatnya Satgas bersama pemerintah daerah bersinergi untuk menciptakam model komunikasi yang bisa diterima masyarakat secara luas.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved