Pilkada Bontang
Seorang Pasien Positif Covid-19 di Bontang Enggan ke TPS untuk Mencoblos, Ingin Utamakan Kesehatan
Petaka pandemi Corona menyurutkan niat pasien positif covid-19 untuk berpartisipasi menyalurkan hak suaranya.
Penulis: Ismail Usman | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Petaka pandemi Corona menyurutkan niat pasien positif covid-19 untuk berpartisipasi menyalurkan hak suaranya di pelaksanaan Pilkada Bontang 2020.
Dari hasil penelusuran TribunKaltim.co, menemukan salah satu pasien positif covid-19, yang bermukim di Bontang Utara.
Dirinya adalah karyawan yang telah bekerja selama 5 tahun di salah satu perusahaan swasta di Kota Bontang, Kalimantan Timur.
Umurnya berkisar 31 tahun. Ia kini tengah menjalani isolasi mandiri. Namanya tak ingin ia sebutkan.
Baca juga: Jaga Hak Pasien Covid di Pilkada Bontang, APD Harus Standar, Surat Suara Wajib Disemprot Disinfektan
Baca juga: Antisipasi Pemilih Gelap di Pilkada Bontang, KPU Minta Pengurusan e-KTP Prioritaskan Warga di DPT
Namun, dirinya bersedia menjadi narasumber di Tribunkaltim.co, Minggu (6/12/2020).
Ia bercerita, jika Pilkada Bontang 2020 kali ini kemungkinan tak bisa berpartisipasi.
Bukan tidak diperbolehkan.
Tapi, hasrat untuk ke Tempat Pemilihan Suara (TPS) sudah tidak ada.
Memilih kepala daerah bukan lagi prioritas baginya. Bukan tidak peduli.
Tapi baginya kesehatan yang lebih utama.
“Iya enggak dulu lah. Mending saya utamakan kesehatan saja. Mungkin hak suara saya juga tidak berpengaruh banyak,” katanya.
Baca juga: Buntut Keributan Antar Pendukung Paslon di Pilkada Bontang, Kedua Kubu Saling Lapor Polisi
Sebenarnya, ia diberi kesempatan oleh penyelenggara Pilkada untuk menyalurkan hak pilihnya
Informasi skema pemilihan untuk pasien covid-19 telah sampai ke telinganya.
Namun, lagi-lagi itu tidak mengembalikan hasratnya untuk pergi ke TPS seperti Pemilihan sebelumnya.
“Iya saya sudah dengar tata caranya. Tapi saya tetap tak ingin ke TPS. Itu cuma buat resiko buat saya dan orang lain,” tuturnya.
Dari info yang ia dapati, pasien positif covid-19 bisa menyalurkan suaranya di TPS yang ada di Rumah Sakit. Petugas perawat nanti akan menjemput masing-masing pasien dari ruang isolasi.
“Menurut informasinya si begitu. Jadi kalau mau nyoblos tinggal hubungin perawat. Nanti bakal dijemput,” tandasnya.
“Kalau seandainya tidak ada covid-19, saya pasti ke TPS mas,” sambungnya.
Skema KPU Bontang
Pendemi Corona tak mengahalangi pemilih menyalurkan hak suaranya, saat pelaksanaan Pilkada Bontang 2020.
Berbagai skema pun telah di rancang Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bontang, termasuk bagi pasien covid-19.
Anggota Komisioner KPU Musdalifah Machmud, menuturkan, tata cara pemilihan bagi pasien covid-19 telah dipersiapkan.
Rencananya, bagi pasien covid-19 yang tengah dirawat di Rumah Sakit tentunya tetap bisa berkontribusi. Karena, KPU akan menyiapkan TPS di Rumah Sakit khusus untuk pasien covid-19.
Sementara, bagi pasien covid-19 yang melakukan isolasi mandiri, rencananya, petugas akan mendatangi rumah pasien dengan didampingi tim Satgas Covid-19 Bontang.
Baca juga: Jaga Hak Pasien Positif Corona di Pilkada Bontang, Surat Suara Wajib Disemprot Disinfektan
Baca juga: Antisipasi Pemilih Gelap di Pilkada Bontang, KPU Minta Pengurusan e-KTP Prioritaskan Warga di DPT
Tentunya, kata dia, seluruh petugas akan dibekali Alat Pelindung Diri (APD) seperti asmat, masker, sepatu dan kaos tangan dan lainya.
Hal itu dilakukan untuk menjamin keselamatan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara ( KPPS ).
“Iya petugas KPPS akan ditugaskan beberapa untuk langsung mendatangi rumah pasien agar tetap bisa nyoblos,” terang Musdalifa.
Baca juga: Buntut Keributan Antar Pendukung Paslon di Pilkada Bontang, Kedua Kubu Saling Lapor Polisi
Baca juga: Rilis Survei Indo Barometer, Neni-Joni Unggul 53,0 Persen dari Rivalnya di Pilkada Bontang
Baca juga: Komitmen Jaga Pilkada Bontang Damai, Paslon Ini Gelar Doa Virtual Bersama
Namun, disebutkan Musdalifa, skema ini pastinya harus mendapat persetujuan dari Tim Satgas Covid-19.
Rencananya, besok telah KPU akan melalukan rapat koordinasi dengan Tim Satgas covid-19 untuk membahas perihal ini. Ditambah lagi data pasien covid-19 juga belum di kumpul ke KPU.
“Besok baru kita pastikan. Tunggu aja hasil rapatnya besok,” pungkasnya.
10 Cara Pencegahan Virus Corona
1. Menjaga kesehatan dan kebugaran agar stamina tubuh tetap prima dan sistem kekebalan tubuh meningkat.
2. Mencuci tangan dengan benar secara teratur menggunakan air dan sabun atau hand-rub berbasis alkohol.
3. Saat batuk dan bersin, tutup hidung dan mulut Anda menggunakan tisu atau lengan atas bagian dalam (bukan dengan telapak tangan).
4. Hindari kontak dengan orang lain atau bepergian ke tempat umum.
5. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut (segitiga wajah).
6. Gunakan masker secara benar hingga menutupi mulut dan hidung ketika Anda sakit atau berada di tempat umum.

7. Buang tisu dan masker yang sudah digunakan ke tempat sampah secara benar, lalu cucilah tangan Anda.
8. Mununda perjalanan ke daerah atau negara di mana virus ini ditemukan.
9. Hindari berpergian ke luar rumah saat Anda merasa kurang sehat.
10. Selalu pantau perkembangan penyakit covid-19 dari sumber resmi dan akurat.
Catatan Redaksi:
Bersama-kita lawan virus Corona.
Tribunnews.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.
Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).
(TribunKaltim.Co/Ismail Usman)
(TribunKaltim.co/Ismail Usman)