Breaking News:

Penanganan Covid

Ketua Satgas Penanganan Covid Ingatkan Jangan Puas Dulu, Kepatuhan Protokol Kesehatan Capai 89%

Tingkat kepatuhan masyarakat menerapkan protokol kesehatan dalam pilkada serentak 2020 di atas nyaris 90 persen dinilai cukup baik

Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNNEWS.COM/PUSPEN TNI
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) sekaligus Ketua Satgas covid-19, Letjen TNI Doni Monardo. TRIBUNNEWS.COM/PUSPEN TNI 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Tingkat kepatuhan masyarakat menerapkan protokol kesehatan dalam pilkada serentak 2020 di atas nyaris 90 persen dinilai cukup baik. Namun Ketua Satgas penanganan Covid-19 Doni Monardo ingatkan agar tidak kendorkan apa yang sudah dicapai ini. 

Satuan Tugas atau Satgas Penanganan Covid-19 mencatat angka rata-rata tingkat kepatuhan terhadap protokol kesehatan di 309 daerah yang menyelenggarakan Pilkada Serentak 2020 berada di atas 89 % hingga 96 %.

Data tersebut didapatkan dari hasil monitoring kepatuhan protokol kesehatan saat pelaksanaan pemungutan suara sejak pukul 06.45 WIB, Rabu (9/12/2020).

Adapun protokol kesehatan menjadi penting dalam pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 pada masa pandemi Covid-19, sebagaimana tertuang dalam Peraturan KPU Nomor 6 Tahun 2020 dan Nomor 10 Tahun 2020.

Baca juga: Kepala Daerah yang Tidak Terapkan Protokol Covid-19 Saat Pilkada Serentak 2020, Bakal Ditegur Satgas

Baca juga: Satu Tahapan Penting Pilkada Serentak Usai, Doni Monardo Minta Jangan Kendurkan Protokol Kesehatan

Melihat data yang menunjukkan tingkat rata-rata kepatuhan tersebut sudah cukup baik, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo tetap meminta kepada seluruh unsur yang terlibat dalam Pilkada Serentak 2020 untuk tidak cepat puas.

Dalam kegiatan monitoring pelaksanaan Pilkada yang disiarkan melalui media daring di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Doni mengingatkan tahapan penyelenggaraan Pilkada masih berjalan dan belum berakhir.

"Jangan kita puas. Sekali lagi tidak boleh puas dulu. Karena tahapan-tahapan tugas untuk pilkada ini belum berakhir," kata Doni lewat keterangan tertulis, Rabu (9/12/2020).

Ke depannya menurut Doni masih akan ada beberapa kegiatan penghitungan suara yang juga berpotensi menimbulkan kerumunan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved