Nelayan Penajam Menghilang
Hari Keenam Pencarian Nelayan Penajam yang Hilang Akibat Laka Laut di Muara Telake
BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) beserta keluarga pada hari ke-6 terus dilakukan pencarian nelayan bernama Mahmud (59)
TRIBUNKALTIM.CO,PENAJAM - Upaya pencarian hampir satu pekan belum juga menuai hasil.
Tim Gabungan yang terdiri dari Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) beserta keluarga pada hari ke-6 terus dilakukan pencarian nelayan bernama Mahmud (59) yang hilang diperairan Muara Telake, Kabupaten Paser pada Selasa (11/12/2020) pukul 02.00 WITA.
"Pencarian korban atas nama saudara Mahmud (59th) warga RT 01 Kelurahan Sungai Parit Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara, masih dilanjutkan hari ini bersama tim gabungan dan pihak keluarga," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Peralatan BPBD PPU, Nurlaila, Senin (14/12/2020).
Baca juga: Nelayan Penajam Masih Misterius, Tim Gabungan Kerahkan 5 Kapal untuk Mencarinya
Baca juga: PPU Ikut Hari Nusantara, Nelayan di Lokasi Calon Ibu Kota Negara Dapat Bantuan, Mahfud MD Beri Pesan
Baca juga: Nelayan Penajam Menghilang di Perairan Muara Talake, Hari Ketiga Tim BPBD Masih Lakukan Pencarian
Lebih lanjut, Nurlaila mengatakan bahwa pencarian pada hari ini adalah pencarian terakhir atas hilangnya Mahmud pada Selasa lalu.
"Pencarian hari ini merupakan pencarian hari ketujuh (terhitung sejak hilang pada (11/12) dan hari terakhir pencarian," kata Nurlaila.
Nurlaila mengatakan, pencarian korban masih terbagi di beberapa titik lokasi seperti wilayah sekitar Pantai Tanjung Jumlai , Pantai Sepinggan-Manggar dan sekitar, wilayah lLut Rig PT. PHKT, Perairan Nipah Nipah - Gusung, perairan Teluk Balikpapan dan wilayah sekitar serta perairan laut Muara Talake Kabupaten Paser.
Dalam pencarian Mahmud, Tim gabungan mengerahkan 5 unit armada terdiri dari 3 kapal nelayan dari BPBD PPU, dan satu unit Runner boat milik Basarnas dan 2 Unit Kapal Nelayan.
Sebelumnya diberitakan bahwa dua nelayan yaitu Saming (49) dan Mahmud (59) asal Kelurahan Sungai Parit mengalami kecelakaan saat mereka sedang berlabu di Perairan Muara Telake, Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser untuk memencing, nahas perahu yang mereka tumpangi tertabrak oleh kapal Tangker besar.
Sehingga menyebabkan perahu yang mereka tumpangi tertabrak dan terseret selama kurang lebih setengah jam oleh Kapal Tanker tersebut. Sehingga menyebabkan perahu milik Saming mengalami posisi agak terselungkup.
Akibat dari kejadian itu, Saming berusaha menyelamatkan diri dengan memegang sela-sela kapal dan mencari udara untuk bernafas. Selama kurang lebih setengah jam akhirnya perahu yang ia tumpangi kembali ke posisi awal.
Baca juga: Cuaca Sering Berubah, Nelayan Waru dan Penajam Enggan Melaut
Baca juga: Tim Basarnas dan BPBD PPU Lanjutkan Pencarian Nelayan Hilang di Perairan Laut Muara Telake
Baca juga: Tim BPBD PPU dan TNI-Polri Memulai Pencarian Satu Nelayan Hilang di Perairan Muara Telake
Namun, setelah posisi Perahu kembali seperti semula, Saming tidak melihat Mahmud. Diduga Mahmud hilang di perairan Muara Telake.
Selama dua hari Saming terapung di Perahu miliknya, ada seorang nelayan yang pergi melaut untuk memancing, menemukan Saming, setelah kemudian nelayan tersebut menolong Saming dan membawanya kerumahnya untuk bertemu keluarganya.
(TRIBUNKALTIM.CO/DIAN MS)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/tim-gabungan-yang-terdiri-dari-basarnas-badan-penanggulangan-bencana-daerah-bpbd.jpg)