Cegah Banjir Terulang Lagi, Normalisasi Sungai Merdeka Kukar Akan Dilanjutkan
Sejumlah pejabat telah meninjau kondisi Sungai Merdeka, di Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara.
TRIBUNKALTIM.CO,TENGGARONG - Sejumlah pejabat telah meninjau kondisi Sungai Merdeka, di Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara.
Mulai dari Wakil Bupati Kukar Chairil Anwar, Camat, Lurah dan inspektorat daerah melakukan peninjauan langsung terkait program bantuan keuangan (bankeu Provinsi Kaltim untuk kegiatan normalisasi Sungai Merdeka.
Wakil Ketua DPRD Kaltim dapil Kukar Muhammad Samsun juga ikut serta.
Baca juga: 25 Staf Dinyatakan Terpapar Covid-19, KPU Samarinda Benarkan Adanya Kluster Komisi Pemilihan Umum
Baca juga: Ganti Biaya Pacaran 4 Bulan, Wanita di Samarinda Ini Dipaksa Bayar Rp 100 Juta Bila Menolak Dinikahi
Baca juga: Kronologi Perempuan Muda di Samarinda Diancam Ganti Rugi Rp 100 Juta Jika Menolak Dinikahi
Ia mengaku prihatin melihat banjir yang terus-menerus merendam pemukiman warga, jalan utama Samboja, dan area pertanian.
Dia mengusulkan agar kegiatan ini berkelanjutan melihat beban dan kondisi sungai memprihatinkan mengalami pendangkalan.
"Saya terus berupaya berkordinasi agar persoalan banjir ini segera teratasi, dan sudah saya sampaikan kepada Gubernur untuk terus dilanjutkan" kata Samsun, melalui keterangan tertulis, Kamis, 24/12/2020.
Camat Samboja Ahmad Nurkhalis mengatakan, kegiatan ini diharapkan bisa menjadi solusi dalam hal mengurangi potensi meluapnya air yang berakibat terendamnya beberapa wilayah rendah.
Tentu saja, kata dia, tidak bisa selesai dalam satu tahap karena keterbatasan anggaran.
Baca juga: Diduga Kurir Narkoba, Wanita di Samarinda Diamankan, Sempat Buang Barang Bukti Sebelum Ditangkap
Baca juga: Hasil Pilkada Balikpapan Digugat, Muncul Peluang Pemungutan Suara Ulang?
"Diharapkan hal ini bisa terus dilanjutkan dan dievaluasi secara komprehensif agar inti persoalan bisa benar-benar dicarikan solusinya," kata Camat Samboja.
Rahmat Dermawan Staff Ahli DPRD Kaltim yang ikut melakukan pendampingan di lokasi kegiatan mengatakan, Sungai Merdeka berfungsi vital sebagai sumber bahan baku air minum masyarakat Samboja.
Sehingga harus diselamatkan, selain karena memang lama tidak dilakukan perawatan sungai ini, dikelilingi aktivitas pengupasan lahan yang material lumpurnya jatuh di sungai dan otomatis air akan meluap kemana-mana karena sungai semakin dangkal.
Baca juga: Siaga Banjir Rob, BPBD Bontang Prediksi Bakal Terjadi 3 Hari Kedepan
Baca juga: Nafisah, Pelajar SMP yang Dikabarkan Hanyut Terseret Banjir Ditemukan tak Bernyawa
Warga sekitar juga mengakui manfaat dari program normalisasi sungai tersebut.
"Sebelum dinormalisasi biasanya jika curah hujan tinggi kondisi dari debit arus air yang tadinya mencapai lima menit sekarang satu menit, otomatis air semakin cepat kering dan tidak merendam tinggi masuk kerumah, selain itu yang tadinya lima titik sekarang menjadi hanya dua" ujar Roni Satria masyarakat yang tinggal di sekitar Sungai Merdeka.
(TRIBUNKALTIM.CO/SAPRI MAULANA)