Virus Corona di Kukar

Tes Antigen di Kukar, Berikut Rincian Harga dan Penjelasannya, Beda Dengan Rapid Test

Swab antigen kini telah hadir di Kutai Kartanegara (Kukar), dengan harga tes Rp 250 ribu. Hal tersebut diungkapkan Plt Direktur Rumah Sakit AM Parike

Penulis: Sapri Maulana | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/ARIS JONI
Jubir gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kukar sekaligus Kepala Dinas Kesehatan Kukar, dr Martina Yulianti mengatakan, swab antigen kini telah hadir di Kutai Kartanegara (Kukar), dengan harga tes Rp 250 ribu. TRIBUNKALTIM.CO/ARIS JONI 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG– Swab antigen kini telah hadir di Kutai Kartanegara (Kukar), dengan harga tes Rp 250 ribu.

Hal tersebut diungkapkan Plt Direktur RSUD AM Parikesit sekaligus Kepala Dinas Kesehatan Kukar Martina Yulianti.

"Ada anjuran pemerintah terkait dengan rapid antigen dan itu masih terbatas pada pelaku perjalanan," kata Martina Yulianti.

Baca juga: Kronologi Perempuan Muda di Samarinda Diancam Ganti Rugi Rp 100 Juta Jika Menolak Dinikahi

Baca juga: Hasil Pilkada Balikpapan Digugat, Muncul Peluang Pemungutan Suara Ulang?

Baca juga: Diduga Kurir Narkoba, Wanita di Samarinda Diamankan, Sempat Buang Barang Bukti Sebelum Ditangkap

Dia menjelaskan rapid antigen ini merupakan pemeriksaan rapid atau tes cepat yang digunakan untuk melihat antigen.

Rapid antigen ini merupakan pemeriksaan rapid atau tes cepat yang digunakan untuk melihat antigen.

Martina Yulianti menjelaskan, badan virus itu antigen di dalam tubuh akan membentuk semacam reaksi mengeluarkan zat dari dalam tubuh di dalam darah kita yang disebut antibodi.

“Nah kalau rapid tes yang lama itu rapid antibodi, dia itu ingin mendeteksi akibat dari virus di dalam darah oleh sebab itu (untuk rapid tes) spesimen yang diambil spesimen darah,” kata dia.

Untuk rapid antigen, menurutnya, spesimen yang diambil dari swab sama dengan pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) dari cairan tenggorok.

Baca juga: Tarif Tes Antigen di Rumah Sakit Islam Bontang, Programnya Meringankan Beban Warga

Baca juga: Lulus Sekolah di Malaysia, 58 Anak TKI Berseragam Biru Putih Tiba di Nunukan, Jalani Tes Antigen

Baca juga: Tes Antigen di Berau, Pemkab Sebut Soal Biaya Harus Mengacu Pada Keputusan Menteri Kesehatan

Akan tetapi prosesnya beda, pemeriksaan PCR masuk dalam tempat pengembangbiakan virus kemudian nanti ada proses pemisahan lalu ada pendekteksian virus dengan PCR.

“Tapi kalo rapid antigen ini dengan proses singkat hanya lima sampai sepuluh menit ketahuan negatif dan positifnya,” katanya.

Tapi sampai hari ini kebijakan penggunaan rapid antigen untuk pelaku perjalanan lebih dikhususkan untuk daerah Jakarta, Jawa, dan Bali untuk sekarang.

Terkait akurasi dia mengungkapkan sesuatu yang cepat dengan teknologi yang sederhana tentunya memiliki akurasi dan ketajaman di bawah yang lebih detil, lebih komplek dan lebih lama.

“Jadi ibarathya bisa saja lepas harusnya positif terbaca negatif dengan rapid antigen karena proses yang cepat dan sederhana tadi,” kata Martina Yulianti.

Jadi pihaknya biasa menyebut rapid antigen dengan negatif palsu artinya kalo hasil negatif belum tentu negatif.

“Sehingga kalo kita bicara goal standar diagnosis menurutnya tetap PCR yang digunakan,” kata Martina Yulianti.

(TribunKaltim.co/Sapri Maulana)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved