Banjir di Bontang
9 Wilayah di Bontang Kalimantan Timur jadi Langganan Banjir Setiap Curah Hujan Tinggi
Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ), catat ada 9 kelurahan masuk dalam catatan merah langganan banjir di Kota Bontang.
Penulis: Ismail Usman | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ), catat ada 9 kelurahan masuk dalam catatan merah langganan banjir di Kota Bontang, Provinsi Kalimantan Timur.
Hal itu diungkapkan, Kepala BPBD Bontang, Ahmad Yani saat ditemui TribunKaltim.co, di kantornya di Kota Bontang, Kalimantan Timur.
Ke 9 kelurahan terbagi di 3 kecamatan di Bontang.
Di antaranya Kelurahan Kanaan, Gunung Talihan, Belimbing, Api-api, Gunung Elai, Guntung, Satimpo, serta Kelurahan Tanjung Laut, dan Tanjung Laut Indah.
Baca juga: Cegah Banjir Terulang Lagi, Normalisasi Sungai Merdeka Kukar Akan Dilanjutkan
Baca juga: Siaga Banjir Rob, BPBD Bontang Prediksi Bakal Terjadi 3 Hari Kedepan
Baca juga: NEWS VIDEO Beredar Foto Undangan Aurel dan Atta Halilintar, Banjir Doa
Baca juga: Usai Dilantik Walikota Bontang Nanti, Basri Rase Komitmen Alokasikan 10 Persen APBD Atasi Banjir
Seluruh kelurahan tersebut masuk dalam wilayah dataran rendah.
"Setiap kali hujan deras pasti banjir wilayah ini. Biasanya durasi banjir cuman sebentar. Palingan cuman 1 jam aja," terang Yani.
Menurut Yani, banjir yang kerap terjadi di Bontang, lantaran ada masalah aliran sungai yang terhamat akibat makin sempit. Seterusnya, beberapa dreinase yang di bangun Pemkot Bontang, tidak begitu maksimal.
"Ada dua sungai di Bontang yang langsung mengalir ke laut. Tapi sungainya itu makin sempit, karena banyak bangunan rumah yang buat makin sempit sungai," tuturnya.
Baca juga: Dua Prajurit TNI Menerabas Banjir Selamatkan Bayi Berusia 4 Bulan di Aceh, Foto Viral
Baca juga: Kepala Pelaksana BPBD Kaltara AM Santiaji Mendukung Operasi Lilin di Kalimantan Utara
Baca juga: Penanganan Covid-19 di Samarinda, BPBD Sterilkan Kantor Kecamatan Jelang Penghitungan Suara Pilkada
Tak hanya itu, kontruksi jembatan juga menghambat aliran sungai. Ditambah lagi, dataran dasar sungai lebih rendah dari hilir, sehingga air tak bisa mengalir langsung ke laut.
"Tiang rumah bataran juga kendala serta normalisasi tak dilakukan dengan rutin," tuturnya.

Ia pun mengimbau, agar beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait bisa saling bersinergi untuk menyelesaikan banjir.
"Iya misalnya seperti Dinas Perkim agar bisa tegas untuk mengatur rumah warga yang berada di bibir sungai," ujarnya.
Baca juga: Dirobohkan Saat Banjir Bandang 2017 Silam, Jembatan Sungai Payau Desa Muara Adang Segera Rampung
Baca juga: Banjir, Longsor dan Karhutla Jadi Prioritas Penanggulangan Bencana di Samarinda
Terus pihak kelurahan juga harus melakukan pembersihan sungai di wilayah masing-masing.
"Serta beberapa OPD lain juga," pungkasnya.
(TribunKaltim.Co/Ismail Usman)