Breaking News:

Berita Balikpapan Terkini

Momen Hari Besar Natal dan Tahun Baru 2021, Inflasi di Kaltim Tetap Terkendali

Momen hari besar Natal dan Tahun Baru 2021, inflasi di Kaltim tetap terkendali

TRIBUNKALTIM.CO/MIFTAH AULIA ANGGRAINI
Salah satu pedagang yang menjual bahan pokok di salah satu pasar Balikpapan.TRIBUNKALTIM.CO/MIFTAH AULIA ANGGRAINI 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Seiring dengan masuknya momen hari besar keagamaan nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru 2021, Kalimantan Timur (Kaltim) mengalami inflasi pada level yang terkendali.

Indeks Harga Konsumen (IHK) Kaltim pada Desember 2020 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,25 persen (month to month/mtm), lebih rendah dari inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 0,37 persen (mtm).

Data tersebut diungkap Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur (KPw BI Kaltim) Tutuk SH Cahyono. Secara tahunan, inflasi IHK Desember 2020 tercatat sebesar 0,78 persen(year on year/yoy) atau inflasi secara tahun kalender tercatat sebesar 0,78 persen (year to date/ytd).

Berdasarkan kelompok pengeluarannya, inflasi Desember 2020 bersumber dari peningkatan harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,70 persen (mtm).

Baca juga: 3 Syarat Mencairkan BLT UMKM, Pastikan Dulu Nama Penerima Login eform.bri.co.id/bpum

Baca juga: Penerapan Absensi Daring Pegawai Pemkab Paser Belum Maksimal, ASN Keluhkan Sulit Mengaksesnya

Baca juga: TERJAWAB Ikatan Cinta Hari Ini Tayang Tidak? Khusus Malam Ini Pukul 20.00 WIB, Live Streaming RCTI

Diikuti kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,41persen (mtm). Serta kelompok transportasi sebesar 0,27 persen (mtm).

"Beberapa komoditas mulai terjadi peningkatan harga seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan mobiltias masyarakat pada momen HBKN Natal dan Tahun Baru 2021," ujar Tutuk, Selasa (5/1/2021).

Berdasarkan komoditasnya, cabai rawit mengalami inflasi sebesar 22,88 persen (mtm). Selain itu, komoditas lain juga mengalami inflasi seperti telur ayam ras sebesar 5,51 persen (mtm).

Lalu cabai merah sebesar 20,64 persen (mtm) dan udang basah sebesar 3,18 persen (mtm). Peningkatan harga tersebut disebabkan mulai meningkatnya konsumsi masyarakat di tengah pasokan yang terbatas akibat faktor cuaca yang kurang kondusif pada beberapa wilayah sentra produksi pasokan pangan.

"Perbaikan konsumsi masyarakat juga tercermin dalam Survei Konsumen Bank Indonesia Kalimantan Timur yang mencatat Indeks Keyakinan Konsumen bulan Desember 2020 yang telah mendekati level optimis sebesar 92,92," terangnya.

Baca juga: NEWS VIDEO Warga Kotawaringin Temukan Logam Besar, Diduga Serpihan Pesawat Air Asia yang Jatuh 2014

Baca juga: Longsor di Kelurahan Maridan Penajam Paser Utara, Hujan Lebat Air Meluap Sampai ke Jalan

Baca juga: Pemberian Vaksin Covid-19 Tahap Pertama, Bontang Hanya Dijatah 1.600 Untuk 800 Nakes

Sementara itu, inflasi transportasi bersumber dari kenaikan permintaan angkutan udara pada momen libur akhir tahun.

Namun demikian, inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh deflasi bulanan daging ayam ras sebesar 3,32 persen (mtm), emas perhiasan sebesar 2,53 persen (mtm), serta ikan layang/ikan benggol sebesar 1,30 persen (mtm).

Koordinasi dalam kerangka Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di wilayah Kalimantan Timur terus dilakukan termasuk diselenggarakannya pasar tani di Kota Samarinda.

Kegiatan pasar tani (farmers market) yang telah sukses diujicobakan di Samarinda diharapkan oleh Wakil Gubernur dan beberapa pihak lainnya untuk dapat diselenggarakan secara berkala guna mempersingkat saluran distribusi.

Baca juga: Streaming RCTI Ikatan Cinta Malam Ini 5 Januari, Al Dapat Ancaman, Andin Dihabisi di Rumah Sakit?

Baca juga: Teddy Akui Perbuatannya, Uang Rp 5 M Milik Rizky Febian yang Hilang Terungkap, Dipakai Bayar Hutang!

Baca juga: Kasus Gisel Heboh Lagi Gegara Pengakuan Nobu, Sahabat Bocorkan Kondisi Terkini Mantan Istri Gading

Serta meningkatkan kesejahteraan petani, menyediakan produk pertanian lokal yang lebih segar dan harga bersaing kepada konsumen perkotaan, serta memberikan edukasi belanja gaya baru dengan pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat di era kebiasaan baru kepada masyarakat Kaltim.

"TPID Provinsi Kaltim, Kota Samarinda, Kota Bontang, Kabupaten Mahakam Ulu, dan Kabupaten Kutai Kartanegara juga telah menyelenggarakan high level meeting (HLM) guna mengantisipasi risiko keterbatasan pasokan dan memantau perkembangan harga komoditas pangan," tutupnya. (Tribunkaltim.co/Heriani)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved