Breaking News:

Penanganan Covid

Penanganan Covid-19, Vaksin Coronavac Lulus Uji Sertifikasi Lot Release, Total Sudah 1,2 Juta

Atasi pandemi Corona, vaksin Coronavac lulus uji sertifikasi Lot Release, Total sudah 1,2 juta. 

Surya/Ahmad Zaimul Haq
Petugas medis menunjukkan contoh (dummy) vaksin covid saat simulasi vaksinasi Covid-19 yang dilakukan di RSI Jemursari, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (18/12/2020). Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan persetujuan vaksin covid-19 akan selesai dalam 2 minggu, cek jadwal suntik vaksin covid-19 seluruh Indonesia. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Atasi pandemi Corona, vaksin Coronavac lulus uji sertifikasi Lot Release, Total sudah 1,2 juta. 

Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM ) terus mengawal proses penyediaan vaksin Corona atau covid-19.

BPOM juga memastikan mutu dan keamanan vaksin covid-19 terjaga sejak kedatangan vaksin Sinovac pada tanggal 6 dan 31 Desember 2020, hingga keluarnya izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA). 

Menurut Juru Bicara  Vaksinasi covid-19 Lucia Rizka Andalusia, BPOM  telah  melakukan sampling dan pengujian vaksin saat kedatangannya di Bandara Soekarno - Hatta.

Baca juga: Peserta Vaksinasi Covid-19 Perlu Registrasi Ulang, Pemberitahuan via SMS

Baca juga: Seperti Apa Alur Pendaftaran Vaksinasi Covid-19 via SMS? Begini Penjelasannya

Baca juga: UPDATE Virus Corona di Kukar, Penambahan 15 Terkonfirmasi Positif Covid-19 dan 36 Pasien Sembuh

BPOM telah menerbitkan sertifikat Lot Release untuk 1,2 juta vaksin dari kedatangan pertama pada 6 Desember 2020, dan akan segera menerbitkan sertifikat lot release untuk 1,8 juta vaksin yang datang pada 31 Desember 2020.

"Pada proses penerimaan di bandara, Badan POM melakukan pengecekan kesesuaian dokumen, serta kesesuaian suhu tempat penyimpanan vaksin coronavac," ujarnya dalam konferensi virtual di Istana Kepresidenan,  Jakarta, Senin, (3/1/2021).

Sertifikat Lot Release ialah  persyaratan penting yang harus dipenuhi dalam memastikan kualitas vaksin.

Persyaratan ini merupakan standar yang ditetapkan World Health Organization (WHO), yaitu berupa proses evaluasi yang dilakukan otoritas obat di setiap negara untuk menjamin mutu setiap lot atau setiap batch vaksin tersebut.  

"Untuk penerbitan sertifikat ini, Badan POM  melakukan pengujian di laboratorium Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional," lanjutnya.  

Sementara untuk proses percepatan penerbitan EUA vaksin covid-19, BPOM melakukan rolling submission dimana data yang dimiliki oleh industri farmasi dapat disampaikan secara bertahap.

Halaman
1234
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved