Berita Samarinda Terkini
Jalan Poros Samarinda-Balikpapan Amblas, Sejumlah Rumah Rusak Parah dan Longsor ke Jurang
alan poros Samarinda-Balikpapan kilometer 6, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara mengalami amblas dan kerusakan cukup parah.
Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA - Jalan poros Samarinda-Balikpapan kilometer 6, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara mengalami amblas dan kerusakan cukup parah.
Akibatnya, jalan tersebut patah dan turun sebagian.
Sehingga kendaraan yang melintas daerah tersebut harus berhati-hati dan mengurangi kecepatannya.
Baca juga: Pecah Rekor! Balikpapan Catat 106 Kasus Positif Covid-19, Tenaga Kesehatan Mulai Berguguran
Baca juga: Tenaga Kesehatan di Balikpapan yang Pernah Positif Covid-19 Tidak Dapat SMS Pemberitahuan Vaksin
Baca juga: Berakhir Tragis, Pria Paruh Baya Tewas Dibacok di Tengah Rencana Hajatan Keluarga
Kerusakan tersebut terjadi pada Sabtu (2/1/2021) malam.
Ketua RT 01 Purwajaya Loa Janan Yudi mengatakan kejadian dimulai pada Sabtu pukul 19.00 wita.
Warga sekitar merasakan sedikit getaran tanah saat kejadian berlangsung.
Sehingga satu bangunan berupa warung makan longsor dan jatuh ke bawah tanah yang curam.
Baca juga: Longsor di Kelurahan Maridan Penajam Paser Utara, Hujan Lebat Air Meluap Sampai ke Jalan
Baca juga: Longsor Terjang 4 Rumah Warga di KM 6 Desa Purwajaya Kutai Kartanegara, Para Korban Ngungsi
Baca juga: Curah Hujan Tinggi, Tanah Longsor Jalan Pattimura Samarinda Masih Terus Bergerak
Sementara itu semakin diperparah pada hari Rabu (6/1/2021) malam.
Nia memperkirakan kondisi tanah turun lagi mencapai 30 sampai 40 centimeter.
Pasca kejadian Rabu Malam itu membuat beberapa rumah di kawasan tersebut mengalami keretakan yang cukup parah.
"Kemarin belum seperti itu paling parah semalam. Ada lima rumah rusak, satu bangunan rumah warung longsor," ucap Yudi.
Baca juga: Lelang Tol Jembatan Balikpapan-PPU Tertunda, Ternyata Ini Penyebabnya
Baca juga: Pria Tewas di Area Parkir Mal Dikenal Pribadi Tertutup, Sempat Kirim Pesan Sebelum Meninggal
Ia menduga adanya penutupan tanah pasca penggalian pipa air yang dilakukan beberapa waktu lalu kurang maksimal.
Sehingga kontur tanah tidak kuat dan menyebabkan keretakan yang membuat jalan poros tersebut amblas.
"Dengan kondisi cuaca cukup deras hujan mungkin karena kondisi kontur tanah di jalan km 6 sebelah kanan dan sebelah kiri curam, bisa juga ada setelah ada pipa penggalian dan sudah ditimbun mugkin itu sebabnya," tuturnya.
(TribunKaltim.Co/Jino Prayudi Kartono)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/longsor-dan-amblas.jpg)