News Video
NEWS VIDEO Pencarian Bocah Tenggelam di Samarinda Berlanjut, Area Penyisiran Diperluas
Pencarian terhadap bocah 13 tahun yang hilang, pasca terseret arus deras Sungai Karang Mumus hingga akhirnya tenggelam, kembali dilanjutkan pada Senin
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Pencarian terhadap bocah 13 tahun yang hilang, pasca terseret arus deras Sungai Karang Mumus hingga akhirnya tenggelam, kembali dilanjutkan pada Senin (11/1/2021) hari ini.
Aldifin Syahreza terseret arus saat bersama dua sepupunya, serta seorang teman dan adiknya bermain di pinggir jamban yang berada di pinggir sungai, sekitar rumah berbahan kayu milik keluarganya.
Korban terjatuh dan tenggelam di sekitar kawasan Jalan Kesehatan Dalam RT 31, Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Kalimantan Timur sekitar pukul 13.00 Wita, Minggu (10/1/2021) kemarin.
Baca juga: Pelaku Pembacokan Pria Paruh Baya Idap Skizofrenia, Merasa Dikucilkan Hingga Picu Aksi Brutal
Baca juga: Program Semar Mesem Bawa Mulyono Jadi Camat Terbaik Se-Kaltim dengan Hadiah 10 Gram Emas
Baca juga: Pemkab PPU Ajukan Permohonan Bangun Pasar di Desa Sukaraja Sepaku untuk Sokong Kawasan IKN
Tim gabungan Unit Siaga Search and Rescue (SAR) Basarnas Samarinda dibantu Relawan Gabungan Kota Samarinda, TNI-Polri, BPBD, Tagana, Damkar, dan unsur instansi terkait lainnya mengadakan briefing awal, sebelum melakukan penyisiran di sekitar Last Known Position (LKP) atau titik terakhir korban terlihat sekitar pukul 07.30 Wita.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan, Melkianus Kotta melalui Koordinator Unit Siaga SAR Basarnas Samarinda Riqi Effendi menjelaskan, akan memperluas area pencarian hingga radius satu kilometer.
Dan area sekitar yang banyak terlihat rumah berbahan kayu, tim akan menyusuri di kolong rumah warga.
Obstakel (halangan) di beberapa titik dicurigai, lantaran bisa saja korban tersangkut.
"Tim SAR gabungan melanjutkan operasi hari kedua menyisir di sekitar LKP, sembari memantau pergerakan arus sungai. Serta kemungkinan korban tersangkut di kolong rumah pada kayu. Banyak rumah panggung dan teraliri juga air sungai," tutur Riqi Effendi usai briefing bersama tim gabungan, Senin (11/1/2021).
Area pencarian yang dilakukan hari ini, termasuk dalam daerah yang sangat berarus deras, titik korban di pinggir lalu ke tengah sungai, sebelum terseret arus dan menghilang.
Bisa dimungkinkan, korban terbawa oleh arus sungai yang deras.
Baca juga: Kecelakaan di Sungai Mahakam Samarinda, Basarnas Buat Posko di Sekitar Lokasi Tenggelamnya Motoris
Baca juga: NEWS VIDEO Kapal Speedboat Pembawa Pandu Mendatangi Tugboat, Motoris Diduga Tenggelam
Tim sendiri akan mencari di titik lokasi yang kemungkinan korban muncul ke permukaan.
"Kami menyisir menggunakan rubber boat. Alhamdulillah, cuaca cerah berawan, akan terus kami pantau dari atas (darat) dan air (menyisir sungai) sehingga memungkinkan mencari dengan pola yang ada, serta memaksimalkan pencarian," ucap Riqi Effendi.
Untuk penyelaman seperti yang dilakukan pada sore hari kemarin sebelum menutup operasi SAR hari pertama, masih belum akan dilakukan.
Ia tetap memonitoring arus, jika memungkinkan dilakukan, akan diselami.
"Tim SAR gabungan melakukan penyisiran dari TKP hingga radius 1 kilometer hari ini dan 2 penyelam Basarnas dipersiapkan. Jika memungkinkan melakukan penyelaman, akan dilaksanakan tentu di titik terakhir terlihat dan beberapa titik yang dicurigai, kemarin hasilnya masih nihil," tuturnya.