Jumat, 17 April 2026

Berita Balikpapan Terkini

PSBB di Balikpapan Bak Buah Simalakama, Pemerintah Harus Tegas

Kota Balikpapan harus benar-benar waspada dan segera melakukan langkah-langkah pencegahan covid-19 yang efektif.

Penulis: Heriani AM | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Pembatasan kegiatan masyarakat ditandai dengan penutupan ruas jalan beberapa waktu lalu.TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kota Balikpapan harus benar-benar waspada dan segera melakukan langkah-langkah pencegahan covid-19 yang efektif.

Kasus konfirmasi positif pada minggu kamarin, mengalami peningkatan lebih dari 300 persen.

Dimana angka rata-rata kasus konfirmasi positif perhari yang semula hanya 30 orang, menjadi 100 orang dan bahkan hampir mencapai 200 orang per harinya.

Baca juga: UPDATE Virus Corona di Penajam Paser Utara, 87 Pasien Positif Covid-19 Dirawat dan Isolasi Mandiri

Baca juga: Selain Jokowi, Sejumlah Tokoh dan Selebritis Ini Bakal Menerima Vaksin Corona Sinovac Tahap Pertama

Latar belakang itu membuat pemerintah melalui Satuan Gugus Tugas (Satgas) covid-19 setempat, mengkaji akan menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Seperti yang sudah dilakukan di pulau Jawa dan Bali per hari ini, Senin (11/1/2021).

Wacana tersebut, ditanggapi positif oleh pengamat ekonomi dan akademisi di Kota Balikpapan, Dr Didik Hadiyatno.

"Memang dilematis. Bak buah simalakama. Jika tidak dilakukan, Balikpapan akan terus mengalami peningkatan kasus. Tidak dikendalikan malah akan memberi dampak yang lebih buruk," ujarnya.

Baca juga: UPDATE Virus Corona di Bontang, Kepala Puskesmas Terpapar Covid-19, Pelayanan Tetap Dibuka

Baca juga: UPDATE Virus Corona di Bontang, Grafik Covid-19 Naik, 5 Kelurahan Masuk Zona Merah

Menurutnya, Balikpapan memang sebelumnya telah menerapkan pembatasan aktivitas sosial.

Namun dampaknya masih kecil, dengan penambahan kasus yang tak sebanyak saat ini.

Jika kondisi ini terus berlanjut, dengan kondisi rumah sakit terbatas, tenaga medis pun demikian.

Dimana penduduk Balikpapan cukup besar. Hampir 650 ribu, dinilai tidak dapat menampung jika ada lonjakan pasien.

"Jika PSBB tidak dilakukan, anggaran di pemerintah kota akan habis dialokasikan ke sana. Sudah sempoyongan," tambah Dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Balikpapan ini.

Dampak ekonominya tentu ada, pro dan kontra pun demikian. Namun jika penambahan kasus bisa tertahan, masyarakat patuh pada protokol kesehatan.

Maka dampak makronya akan dirasakan oleh masyarakat sendiri.

"Sekarang di masyarakat sudah longgar untuk protokol kesehatannya. Bisa dengan mudah kita dapati di angkringan, cafe. Seolah-olah sekarang sudah tidak ada apa-apa," sesalnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved