Kamis, 23 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Longsor di Jalan Patimura Samarinda, Warga Keluhkan Akses Jalan ke Pemda, Dishub Alihkan Jalan 

Material tanah kembali longsor di Jalan Patimura, RT 17, Kelurahan Mangkupalas, Kecamatan Samarinda Seberang, Kota Samarinda.

Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
LONGSOR DI SAMARINDA - Pengalihan arus lalu-lintas demi hindari jalur yang mengalami tumpahan tanah longsor. Longsor pada badan Jalan Pattimura, Kelurahan Mangkupalas, Kecamatan Samarinda Seberang, Kota Samarinda. Pengguna jalan kini tak bisa melintas dan mencari jalur lain. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Material tanah kembali longsor di Jalan Patimura, RT 17, Kelurahan Mangkupalas, Kecamatan Samarinda Seberang, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.

Kontan kejadian tanah longsor tersebut tentu saja dikeluhkan warga yang melintas.

Saat pemantuan TribunKaltim.co di lapangan, Rabu (13/1/2021) sore, terungkap dari beberapa warga Kota Samarinda.

Satu di antaranya, Yohanes (35), warga sekitar yang akan berangkat bekerja mengeluhkan akses jalan yang tak kunjung mendapat penanganan serius dari pemerintah kota maupun provinsi Kalimantan Timur.

Baca juga: Jalan Poros Samarinda-Balikpapan Amblas, Sejumlah Rumah Rusak Parah dan Longsor ke Jurang

Baca juga: Curah Hujan Tinggi, Tanah Longsor Jalan Pattimura Samarinda Masih Terus Bergerak 

Baca juga: Longsor Terjang 4 Rumah Warga di KM 6 Desa Purwajaya Kutai Kartanegara, Para Korban Ngungsi

Dari data tercatat, jalan ini merupakan kewenangan pihak Provinsi Kalimantan Timur.

"Saya sudah mau kerja tadi, mutar balik, coba buat saja dulu jalan sedikit, buka jalan longsor biar bisa dilewati motor saja," keluhnya saat akan melintas.

Tak hanya itu, Yohanes menilai adanya alat berat disekitar lokasi yang tak kunjung bergerak membersihkan, membuatnya geleng kepala.

Baca juga: 14 Januari 2021 Lima Petugas Tenaga Kesehatan Rumah Sakit AWS Samarinda jadi Vaksinator Covid-19

Baca juga: Ini Pesan Sekkot Samarinda Kepada Warga Terkait Vaksin Sinovac Covid-19

Baca juga: UPDATE Virus Corona di Samarinda, 4 Kecamatan Masuk Zona Merah, Bertambah 73 Kasus Positif Covid-19

Bertambahlah keluh kesahnya, yang mana pemerintah seperti acuh terhadap kondisi jalan.

"Ini ada alat (berat) tapi nggak gerak-gerak (membersihkan). Saya minta Walikota turun tinjau agar bisa dikerjakan bagus-bagus ini," sebutnya.

Terpisah saat ditemui di lokasi longsoran, Plt Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan (Dishub) Kalimantan Timur, Endang Suherlan melakukan rekayasa jalan untuk pengendara jalan.

Ada Pengalihan Perlintasan

Jalur dialihkan sementara hingga dinas terkait selesai melakukan pembersihan material tanah.

"Kami dari Dishub provinsi melakukan rekayasa dan libatkan Dishub Samarinda dan Satlantas Polresta Samarinda, personel ditempatkan di lokasi longsor serta mengatur lalin dijalan yang ditutup. Kami tutup di depan titik longsor. Kami juga sudah koordinasi dengan Dinas PUPR provinsi untuk ketersediaan alat. Excavator belum jalan menunggu kesiapan dumptruck. Dumptruck ada satu, ini belum jalan nunggu operator," jelasnya Rabu (13/1/2021).

Untuk jalur yang ditutup, Endang Suherlan mengatakan penutupan dari dua arah. Karena jalur longsoran sendiri yang memang tidak bisa dilintasi kendaraan.

Ia berharap, jika memang pengerjaan selesai di satu sisi badan jalan, maka akan dibuka dengan memanfaatkan satu sisi jalur dan nanti dibagi dua.

Untuk arah Kecamatan Palaran ke Kecamatan Samarinda Seberang dan sebaliknya agar bisa segera sementara dilalui warga.

"Insya Allah hari ini bisa satu sisi dibuka. Sisi lain tergantung PU lagi, ketersediaan alat dan pembuangan tanahnya. Itu yang menentukan lama tidaknya penangan ini. Satu sisi dulu yang dioptimalkan," ungkapnya.

Baca juga: Ketua MUI Samarinda tak Termasuk Sebagai Penerima Vaksin Sinovac, Ternyata Ini Alasannya

Baca juga: Banjir, Longsor dan Karhutla Jadi Prioritas Penanggulangan Bencana di Samarinda

Baca juga: Fenomena Tanah Bergerak hingga 20 Meter di Kebumen, Warga Diminta Waspadai Lokasi Rawan Longsor

Jalur perlintasan diketahui dari pagi hingga sore belum dapat dilalui, pengendara yang akan menuju dialihkan menuju Kecamatan Palaran diminta memakai jalur stadion Palaran.

Sedangkan dari arah Kecamatan Samarinda Ilir menuju Kecamatan Palaran tetap bisa melintas melalui Jembatan Mahkota Dua.

Ruas stadion Palaran sendiri dari pantauan lapangan terdapat genangan air, namun pembersihan dia area tersebut juga sudah dilakukan oleh jajaran Muspika Kecamatan, Endang Suherlan menyampaikan masih bisa melintas.

"Kalau ruas stadion palaran yang tergenang, masih bisa dilalui itu walau tergenang, aman saja," tandasnya.

Untuk masyarakat yang masih menerobos melintas area longsor, Endang Suherlan menilai masyarakat ini masih mengabaikan diri dan keselamatan.

Baca juga: Walikota Samarinda Syaharie Jaang Berikan Akun User CCTV, Harapkan Bisa Meminimalisir Kriminalitas

Baca juga: Untuk Kaltim, Vaksinasi Massal Hanya Digelar Samarinda dan Kukar, Besok 10 Tokoh Masyarakat Divaksin

Personel yang ada sudah berkoordinasi dengan pamdal Samarinda agar tidak ada yang menerobos lagi. 

"Di jalur yang ditutup sudah di tempatkan personel Dishub Samarinda dan sudah terhubung dengan personel Satlantas Polresta Samarinda," tutupnya.

Titik Awal Terjadinya Longsor

Dikonfirmasi terpisah, Kepala UPTD Pemeliharaan Infrastruktur Wilayah II, Dinas Pekerjaan Umum, Pernataan Ruang dan Perumahan Rakyat (DPUPR Pera) Kaltim, Joniansyah menjelaskan jika metarial tanah yang menutup badan jalan merupakan titik awal terjadinya longsor di Jalan Patimura. 

Agar aktivitas warga tidak terganggu, pembersihan material longsor segera dilakukan. 

"Untuk penanganannya kita kerahkan semua alat yang ada. Seperti yang biasa digunakan pada awal longsor. Nanti melihat lagi seberapa banyak material longsor," jelas Joniansyah. 

Koordinasi dengan Camat Palaran pun dilakukan terkait peminjaman alat berat ke sejumlah perusahaan seperti yang dilakukan pada awal terjadinya longsor. 

TERTUTUP - Material tanah kini menutup kedua badan Jalan Pattimura, Kelurahan Mangkupalas, Kecamatan Samarinda Seberang, Kota Samarinda. Pengguna jalan kini tak bisa melintas dan mencari jalur lain.  TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
TERTUTUP - Material tanah kini menutup kedua badan Jalan Pattimura, Kelurahan Mangkupalas, Kecamatan Samarinda Seberang, Kota Samarinda. Pengguna jalan kini tak bisa melintas dan mencari jalur lain.  TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY 

Jika adanya penambahan alat berat, tentu akan mempercepat pembersihan tumpukan tanah di badan jalan. Pembersihan pun nantinya akan dilakukan secara bersih, hingga malam hari. 

"Mungkin kalau volume (longsor) lebih besar kami sudah koordinasikan dengan Camat Palaran untuk pinjam alat. Semua alat ada cuma kurang buldozer. Tapi sementara (alat) yang ada kita maksimalkan dulu, nanti kerja sampai malam juga," pungkasnya. 

Baca juga: Longsoran Tanah Tutup Ruas Jl Pattimura Samarinda, Sebabkan Antrean Panjang Kendaraan

Baca juga: Longsor di Tenggarong Nyaris Tutup Jalan Raya, Dinas PU Kukar Bersihkan Material Longsor

Baca juga: NEWS VIDEO Material Longsor Kembali Tutup Ruas Jalan Pattimura Samarinda

Dalam pembersihan yang dilakukan, Joniansyah menargetkan minimal satu jalur dapat dilintasi. 

Satu jur sisi Kecamatan Samarinda Seberang ke Kecamatan Palaran menjadi prioritas pembersihan terlebih dahulu. 

"Kita prioritaskan satu jalur dahulu biar bisa dilintasi masyarakat," tandasnya.

( Tribunkaltim.co/Mohammad Fairoussaniy )

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved