Kamis, 30 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Polisi di Samarinda Pastikan HS Bunuh Diri Akibat Depresi Ketergantungan Obat Tidur

Lantaran ada seorang pria berusia 52 tahun berinisial HS yang meregang nyawa dengan leher terjerat simpulan kain dan tali nilon.

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
Polisi menghentikan kasus penyelidikan sebab kematian seorang pria paruh baya berusia 52 tahun, indikasi tindak pidana dan kekerasan tidak ditemukan jajaran Polsek Samarinda Kota. Pria ini dipastikan meregang nyawa murni bunuh diri. TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA - Rabu siang kemarin (13/1/2021), sebuah rumah tunggal bernomor 51 di Jalan Mulawarman, RT 17, Kelurahan Karang Mumus, Kecamatan Samarinda Kota, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur mendadak ramai warga. 

Lantaran ada seorang pria berusia 52 tahun berinisial HS yang meregang nyawa dengan leher terjerat simpulan kain dan tali nilon.

Kejadian itu mencuri perhatian warga sekitar, ketika Ketua RT juga beberapa warga menemukan di kamar HS tergantung terdapat banyak tulisan bersifat depresi. 

Baca juga: Kronologi Pengeroyokan di Kukar, Bermula dari Berkunjung ke Rumah Wanita, Polisi Masih Buru Pelaku

Baca juga: Rembuk Dengan Timses Andi Harun, Sekda Samarinda Sebut Dana Rp 100 Juta per RT Diakomodir di APBD-P

Baca juga: JADWAL 15 Januari 2021 Jalankan PPKM di Balikpapan, Walikota Rizal Effendi: Saya Minta Menahan Diri

Baca juga: Cerita Tenaga Surveilans Covid-19 di Balikpapan, Diancam Ditembak Hingga Dianggap Penipu

Hal ini pun dipastikan Kapolsek Samarinda Kota, AKP Aldy Harjasatya.

Tulisan di dinding itu bukan sebagai pesan terakhir pria paruh baya ini. 

Penyelidikan kepolisian, mengungkap bahwa tulisan bernada depresi itu sudah ada beberapa waktu sebelum HS berbuat nekat. 

Baca juga: NEWS VIDEO Anak Tewas Diracun Suami yang Juga Coba Bunuh Diri, Istri Malah Asyik Tiktokan

Baca juga: Pria Diduga Bunuh Diri di Samarinda, Kesaksian dari Ketua RT 77, Dikenal Sudah Lama Menghuni

"Itu (tulisan di dinding) bukan baru, sudah lama ada. Iya sudah ada sebelum HS meninggal," tegasnya, Kamis (14/1/2021) dikonfirmasi melalui telpon selulernya. 

AKP Aldy Harjasatya mengatakan, sejauh hasil penyelidikan, jajarannya mendapatkan motif HS tergantung sebab depresi.

Keterangan yang diulik dari pihak keluarga, menyatakan HS ketergantungan obat.

"Motif sudah kami periksa. Yang bersangkutan alami depresi karena ketergantungan obat tidur. Hal itu dikonfirmasi pihak keluarga," tambahnya. 

Baca juga: Usai Cekcok dengan Istri, Anggota Polsek Tebet Bunuh Diri Pakai Pistol, Anak dan Istri Juga Ditembak

Proses penyelidikan kasus tewasnya pria paruh baya ini pun dihentikan jajaran Polsek Samarinda Kota.

Jenazah HS pun dipastikan AKP Aldy Harjasatya sudah diambil pihak keluarga setelah menjalani rangkain visum di RSUD AW Sjahranie untuk dilakukan prosesi pemakaman.

"Kasusnya sendiri sekarang kami buat pernyataan kalau keluarga tidak memperpanjang. Kemarin sudah di bawa ke yayasan sama keluarga. Setelah kami cek visum tidak ada kekerasan pada jenazah," jelasnya. 

Diberitakan sebelumnya, tubuh pria paruh baya ini ditemukan sudah tergantung oleh pihak keluarga yakni sang kakak HS dan beberapa anggota keluarga lain.

Seketika itu juga, jenazah dibawa pihak keluarga ke RSUD AW Sjahranie.

Baca juga: Wartawan Ditemukan Tewas, Sempat Ingin Curhat ke Istrinya Sebelum Bunuh Diri di Dapur

Baca juga: Masa Pandemi Covid-19, Rentan Memicu Frustasi, Depresi Hingga Berbuat Nekat Bunuh Diri

Hal lain ditemukan di TKP yang membuat proses penyelidikan terhadap temuan ini yaitu adanya dinding kamar tempat pria paruh baya itu tergantung ditemukan tulisan dinding. 

Informasi dihimpun, yang bersangkutan diduga meninggal sekitar enam jam sebelum ditemukan oleh pihak keluarga. Hal itu berdasarkan kondisi jenazah yang ditemukan.

(TribunKaltim.Co/ Mohammad Fairoussaniy)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved