Kamis, 9 April 2026

Pemuda Tenggelam di Sungai Mahakam

Pencarian Korban Tenggelam Sempat Ditunda Satu Jam Akibat Arus Deras dan Cuaca Hujan

Upaya pencarian pemuda 19 tahun, Muhammad Al Fayed yang tenggelam di perairan Sungai Mahakam, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur masih terus di

TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Briefing hasil pencarian hari ketiga di posko pemantauan, Rabu (20/1/2021). Pada hari ketiga penyisiran diperluas hingga 9 kilometer. TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Upaya pencarian pemuda 19 tahun, Muhammad Al Fayed yang tenggelam di perairan Sungai Mahakam, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur masih terus dilakukan oleh Tim SAR gabungan pada Rabu (20/1/2021) kemarin.

Koordinator Unit Siaga SAR Basarnas Samarinda, Riqi Effendi menjelaskan pencarian pada hari ketiga jajaran tim SAR gabungan, fokus dengan penyisiran, dengan menggunakan alut SAR baik dari Basarnas, relawan serta instansi-instansi terkait, termasuk TNI/Polri.

"Radius pencarian kami perluas hingga 9 km, dari titik korban tenggelam hingga ke kawasan Selili," jelasnya saat ditemui di posko pencarian Jalan RE Martadinata Kelurahan Teluk Lerong Ilir, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, tepatnya Taman Teluk Lerong Garden.

Baca juga: BPK Kaltim Temukan PI Rp 500 Miliar Hanya Sebagian Masuk Kas Daerah Sisanya Dikelola Perusda

Baca juga: Sempat Mengeluh Demam, Jasad Dion Ditemukan Sudah Membengkak di Balikpapan

Baca juga: Pasar Tumpah di Kecamatan Sangatta Utara Kutim Bakal Segera Ditertibkan

Upaya pencarian korban, juga melakukan koordinasi dengan Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II A Samarinda serta Polsek Kawasan Pelabuhan (KP).

"Kami juga koordinasi sama mereka, untuk melakukan pantauan di kawasan pelabuhan hingga kawasan Selili. Dan juga koordinasi melalui frekuensi radio, kepada kapal-kapal batu bara yang melintas, juga kapal penambang pasir dan itu setiap satu jam sekali, jika mereka kalau ada melihat korban," tuturnya.

Untuk lebih efektifnya, dalam pencarian korban ini, pihaknya membagi tim, dari posko pencarian ke titik korban tenggelam dan sebagian ke kawasan Selili.

"Jadi bagi tim dan bergantian dalam penyisiran, ini lebih lebih efektif," ujar Riqi Effendi.

Ditanya mengenai kendala pencarian, ia mengaku ada beberapa hal seperti rumput dan batang kayu yang menyulitkan alat utama (alut), saat penyisiran.

Karena nantinya bermasalah dengan mesin pada rubber boat.

Baca juga: Jasad Bocah Tenggelam di Sungai Karang Mumus Samarinda Ditemukan Tersangkut di Kolong Rumah Warga

Baca juga: NEWS VIDEO Pencarian Bocah Tenggelam di Samarinda Berlanjut, Area Penyisiran Diperluas

Baca juga: Bocah 10 Tahun di Samarinda Tenggelam Saat Berenang di Arus Deras Bendungan Benanga, Begini Nasibnya

"Arus yang deras dan cuaca juga mempengaruhi, tadi sempat hujan juga, sehingga selama satu jam pencarian kami tunda, setelah itu baru berlanjut kembali," ucapnya.

Hingga pukul 17.30 WITA pencarian hari ketiga dihentikan dengan hasil nihil dan akan dilanjutkan hari ini, Kamis (21/1/2021) mulai pukul 07.00 WITA.

Tetapi, untuk malam hari tim SAR tetap melakukan pemantauan, di sekitar posko dan pinggir sungai.

Pasalnya, sesuai Standar Operasional (SOP) tidak ada pencarian pada malam hari.

Berenang dan Terseret Arus

Diberitakan sebelumnya, Muhammad Al Fayed (19), warga Jalan Budiman, Kelurahan Karang Asam Ilir, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, dilaporkan menghilang pada Senin (18/1/2020) malam.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved