Berita Bontang Terkini
Selama Pandemi Covid-19, Pedagang Olahan Laut Bontang Kuala Mendadak Melarat
Ia berprofesi sebagai pedagang olahan laut di Destinasi wisata Bontang Kuala, mendadak melarat sejak merebaknya virus corona
Penulis: Ismail Usman | Editor: Samir Paturusi
Namun ia sesalkan, BLT serta penggeratisan pembayaran listrik dan air hanya bertahan tiga bulan. Usai itu ternyata prekonomian keluarga tak kunjung membaik.
Agar tetap bertahan hidup, Harun (56) kini harus berbagi porsi pekerjaan dengan sang istri.
Baca juga: Imbas Pandemi, Target PAD Bontang 2021 Kembali Menyusut
Baca juga: Main Game Berujung Penjara, Pemuda Loktuan Bontang Tega Bogem Rekanya Yang Masih di Bawah Umur
Dirinya terpaksa melaut menangkap ikan jenis belanak kecil, yang dijual untuk umpan para pemancing.
Sementara, sang istri harus jaga dagangan yang sejatinya jadi sumber pendapatan utama keluarga.
Hasilnya tak banyak, hanya 20 ribu. Kalau rejeki sedang bagus kadang bisa dapat 50 ribu per hari.
"Iya harus kerja sama dengan istri. Saya pergi cari ikan dilaut. Istri jaga dagangan," tuturnya.
Ia pun berharap, meski pandemi ini belum berakhir, namun setidaknya setiap kebijakan pemerintah tak semestinya mengorbankan sejumlah pengusaha kecil.
Khususnya para pedagang yang berada di destinasi wisata.
"Iya minimal, solusi mengenai masalah ekonomi kita juga harus dipikirkan," pungkasnya.
Penulis: Ismail Usman/ Editor: Samir Paturusi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/salah-satu-pedagang-olahan-laut-bontang-kuala.jpg)