Berita Bontang Terkini
Selama Pandemi Covid-19, Pedagang Olahan Laut Bontang Kuala Mendadak Melarat
Ia berprofesi sebagai pedagang olahan laut di Destinasi wisata Bontang Kuala, mendadak melarat sejak merebaknya virus corona
Penulis: Ismail Usman | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG- Harun (56) hanya bisa meratapi nasibnya dalam hati.
Ia berprofesi sebagai pedagang olahan laut di Destinasi wisata Bontang Kuala, mendadak melarat sejak merebaknya virus corona yang disusul beberbagai kebijakan pembatasan aktifitas masyarakat.
Padahal dulunya, setiap akhir pekan dagangan nya kerap laris diborong wisatawan luar yang sedang berwisata di Bontang Kuala.
Kadang kalau pengunjung ramai dimusim liburan, omsetnya bisa mencapai Rp 500 ribu hingga satu juta.
Baca juga: Kasus Covid-19 tak Kunjung Turun, Walikota Balikpapan Sebut PPKM Kemungkinan Diperpanjang
Baca juga: Kebakaran Terjadi di Warung Makan Samarinda, Api Diduga Berasal dari Kompor yang Masih Menyala
Baca juga: SAH, Pasangan Fahmi-Masitah Jadi Bupati dan Wakil Bupati Paser Terpilih
Bahkan di hari biasa kadang dapat Rp 300 ribu.
Namun sejak pandemi covid-19 mewabah, pandapatan mulai merosot.
Adanya kebijakan pembatasan khususnya ditempat wisata membuatnya harus kencangkan ikat pinggang.
Saban hari dagangannya nyaris tak laku. Padahal, usaha yang ditekuninya puluhan tahun itu jadi satu-satunya sumber pendapatan keluarga.
Meski begitu, ia tak sekalipun berencana menutup sementara dagangannya. Dirinya tak patah semangat menunggu berjam-jam di lapak yang berukuran 4x3 meter itu.
Sialnya, seharian menunggu, dagangan tak kunjung laku. Kalaupun ada kadang hanya satu. Hasilnya juga tak cukup untuk makan keluarga.
Baca juga: Gubernur Lantik 236 Pejabat di Lingkup Pemprov Kaltim, Isran Noor: Bekerja Sesuai Amanah
Baca juga: Kisah IRT Edarkan Uang Palsu di Balikpapan, Sudah Belanjakan Rp 800 Ribu, Terancam Dibui 15 Tahun
"Kadang seharian enggak dapat pembeli," terangnya saat disambangi lapaknya, Minggu (24/01/2021).
Pria tua tiga anak itu bercerita, jika dirinya hanya tinggal berdua dengan istrinya yang bermukim di Bontang Kuala. Syukurnya ketiga putranya tak lagi hidup serumah dengannya.
"Iya saya cuman berdua di rumah. Anak saya sudah nikah dan tinggal di rumahnya masing-masing. Sudah pada mandiri," terangnya.
Sehingga beban biaya hidup tak cukup banyak. Saat awal pandemi, ia merasa terbantu atas kebijakan jaring pengaman sosial yang berupa Bantuan Langsun Tunai (BLT) Rp 600 ribu dari Pemkot Bontang.
Ditambah lagi adanya kebijakan susulan yang menggeratiskan pembayaran listrik dan air selama tiga bulan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/salah-satu-pedagang-olahan-laut-bontang-kuala.jpg)