Berita Bontang Terkini
Imbas Pandemi, Target PAD Bontang 2021 Kembali Menyusut
Bagaimana tidak, selain mengancam kesehatan, virus ini juga terus menggrogoti sendi-sendi perekonomian seluruh daerah, tak terkecuali di Bontang.
Penulis: Ismail Usman | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG-Daya letup pandemi covid-19 sunggu luar biasa.
Bagaimana tidak, selain mengancam kesehatan, virus ini juga terus menggrogoti sendi-sendi perekonomian seluruh daerah, tak terkecuali di Bontang.
Adanya kebijakan pembatasan aktifitas yang disusul melemahnya perekonomian masyarakat, membuat Pemerintah Kota Bontang mulai melakukan penyesuaian terhadap proyeksi target Pendapatan Asli Daerah.
Baca juga: Kasus Covid-19 tak Kunjung Turun, Walikota Balikpapan Sebut PPKM Kemungkinan Diperpanjang
Baca juga: Kebakaran Terjadi di Warung Makan Samarinda, Api Diduga Berasal dari Kompor yang Masih Menyala
Baca juga: SAH, Pasangan Fahmi-Masitah Jadi Bupati dan Wakil Bupati Paser Terpilih
Hasil rapat koordinasi DPRD dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bontang menetapkan, proyeksi PAD tahun 2021 kembali merosot dari tahun sebelumnya.
Ketua Komisi II DPRD, Rustam membeberkan, target PAD Kota Bontang di tahun ini hanya 195 miliar.
Besaran proyeksi ini lebih rendah dari realisasi PAD tahun 2020.
"Iya hasil rapat rancangan PAD dengan Bapenda. Target di tahun ini lebih rendah dari realisasi tahun 2020, yakni 198 miliar," bebernya saat dikonfirmasi. Minggu (24/01/2021).
Baca juga: Gubernur Lantik 236 Pejabat di Lingkup Pemprov Kaltim, Isran Noor: Bekerja Sesuai Amanah
Baca juga: Kisah IRT Edarkan Uang Palsu di Balikpapan, Sudah Belanjakan Rp 800 Ribu, Terancam Dibui 15 Tahun
Rustam beralasan, turunnya proyeksi PAD masih diakibatkan pandemi covid-19.
Bahkan, diprediksi hingga 2022 nanti, masih berdampak pada perekonomian masyarakat.
"Iya diperkirakan akibat pandemi yang berdampak pada prekonomian masih akan dirasakan hingga tahun berikutnya," ungkapnya.
Padahal sebelum wabah ini merebak, PAD terus mengalami kenaikan dalam dua tahun terakhir.
Sebelumnya, PAD di tahun 2019 lalu melampaui target dari 180 miliar, dengan realisasi mencapai 203 miliar.
"Selama Bapenda terpisah dari BPKAD, PAD kita naik terus. Bahkan 2020 itu sempat kita naikin target hingga 200 miliar lebih. Namun karena pandemi kami turunkan. Karena menyesuaikan dengan kondisi ekonomi," katanya.
"Tapi meski pandemi, tahun 2020 lampaui target dari 187 miliar dengan realisasi 198 miliar," tambahnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bapenda Sigit Alfian juga menuturkan jika proyeksi PAD tahun ini menurun. Hal itu diakibatkan karena pandemi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ketua-komisi-ii-drpd-rustam-beberkan-penurunan-proyeksi-pad-bontang-di-2021.jpg)