Breaking News:

Virus Corona di Kukar

Protokol Kesehatan Bakal Diperketat, Wabup Kukar Sebut Banyak yang Taat Hanya Saat Ada Petugas

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara bakal meningkatkan protokol kesehatan.Sebab, awal tahun ini, peningkatan kasus masih mengalami peningkatan

Penulis: Sapri Maulana | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/SAPRI MAULANA
Wakil Bupati Kutai Kartanegara Chairil Anwar.TRIBUNKALTIM.CO/SAPRI MAULANA 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara bakal meningkatkan protokol kesehatan.

Sebab, awal tahun ini, peningkatan kasus masih mengalami peningkatan secara fluktuatif.

Hal tersebut dipaparkan Wabup Kukar Chairil Anwar, saat diwawancara pewarta di Tenggarong, Senin, (25/1/2021).

Baca juga: Pengetap Bensin Diamankan, Kapolsek Balikpapan Barat Beber Adanya Gangguan Ketertiban di SPBU

Baca juga: Uji Coba Alat Setrum Listrik untuk Ikan, Pria di Samarinda Tewas, Tetangganya Dengar Meminta Tolong

"Akan ada represif bukan lagi preventif," kata Wabup Kukar Chairil Anwar.

Chairil memaparkan, rencana tersebut mengacu pada hasil tracing yang dilakukan oleh Satgas Penanganan covid-19 Kukar, di mana ada peningkatan kasus pada klaster perkantoran dan rumah tangga.

Dan juga ada beberapa pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang mengabaikan protokol kesehatan.

"Pada saat petugas ada, mereka taat protokol kesehatan. Tapi begitu petugas hilang, kembali tidak taat. Nanti arahnya Satpol PP yang akan menertibkan," ucap Chairil Anwar.

Baca juga: UPDATE Virus Corona di Balikpapan, Bertambah 102 Kasus Covid-19 Baru, 1 Pasien Masih Anak-anak

Baca juga: Kasus Covid-19 di Kaltim Meningkat, Psikolog Unmul Sebut Masyarakat tak Taat Prokes

Kemudian, terkait potensi Pemberlakuan Pengetatan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Chairil menjelaskan kebijakan mengarah ke penerapan tersebut.

Namun Pemkab Kukar juga akan melihat geliat UMKM, pihaknya juga tidak menutup mata bahwa mereka mencari rezeki.

"Pengunjung UMKM seperti angkringan itu ramai di atas jam sembilan, kalo kita mengikuti satgas pusat, jam delapan sudah harus tutup, nanti akan kita lihat kasus per kasus," kata Chairil.

Atas hal tersebut dirinya akan terus berkoordinasi dengan tim satgas untuk menentukan keputusan yang baik untuk semua.

Baca juga: Wabup Kukar Pimpin Rakor Evaluasi Kebijakan Penanganan Covid-19

Baca juga: Grafik Kasus Covid-19 Naik, Satu Pasien di Kukar Meninggal Dunia Usai Dirawat 3 Hari di RSUD

Dirinya juga melihat untuk saat ini kesadaran masyarakat masih rendah, hal tersebut bisa dilihat dengan masih banyaknya yang bergerombol dan tidak memakai masker.

"Hal tersebut akan kita catat semua, untuk kebijakan selanjutnya, seperti yang sudah dilakukan yakni mematikan lampu jembatan dan tematik," kata Chairil.

Penulis: Sapri Maulana/ Editor: Samir Paturusi

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved