Berita Balikpapan Terkini

Lempar Produk Sampai ke Dubai, Warung Kopi Nusantara, Kedai Kopi Paling Serius di Balikpapan

Keberadaan warung kopi ini tidak jauh dari pusat Kota Balikpapan, tepatnya di Jalan MT Haryono, Komplek Balikpapan Baru, Damai, Balikpapan Selatan, Ba

Penulis: Heriani AM |
TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Didin Hamid saat menunjukkan tempat produksi brand Deli Koffie miliknya. TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Keberadaan warung kopi ini tidak jauh dari pusat Kota Balikpapan, tepatnya di Jalan MT Haryono, Komplek Balikpapan Baru, Damai, Balikpapan Selatan, Balikpapan, Kalimantan Timur, di depan mal Living Plaza.

Kesan sederhana khas Indonesia menonjol di sana.

Ornamen serba kayu, lampu petromak, toples antik, setrika uap, guci, telepon tuas, bahkan radio analog melengkapi tiap sudut dekorasi.

Adalah tempat yang pas untuk mengurai ingatan masa lalu.

Baca juga: Tanpa Gunakan Obat-obatan, Berikut 7 Cara Alami Atasi Asam Urat, Bisa Mengonsumsi Kopi

Baca juga: Agar Bermanfaat Bagi Kesehatan, Ini Batasan Seberapa Banyak Kopi yang Boleh Diminum Dalam Sehari

Maka tak heran, jika bangunan dua lantai ini dinamai Warung Kopi Nusantara.

Didin Hamid, pemilik Usaha Kecil Menengah (UKM) UD Deli Koffie Indonesia dan Warung Kopi Nusantara, yang kini juga menjadi satu-satunya eksportir terdaftar kopi di Kalimantan dari Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

Salah satu jenis kopi Arabika berwarna hijau milik Warung Kopi Nusantara. TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Salah satu jenis kopi Arabika berwarna hijau milik Warung Kopi Nusantara. TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO (TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO)

Sedikit kilas balik, pria kelahiran Sumbawa, Nusa Tenggara Barat ini memulai usahanya dengan melakukan riset terlebih dahulu berbekal pengalaman kerja di perusahaan keuangan asing selama 20 tahun.

"Mulai 2016 hijrah ke Balikpapan. Waktu itu, bisnis kopi belum semenjamur sekarang," katanya, Minggu (31/1/2021).

Didin mengaku saat itu pertimbangan awalnya adalah kopi merupakan bisnis yang dapat dia kerjakan sendiri.

Bahkan sebelum memiliki pegawai, kopi dia racik bersama anaknya.

Menariknya lagi, ia bukanlah seorang pecinta kopi atau seseorang yang pernah bergelut di dunia bisnis kopi.

Baca juga: Cara Pengusaha Kafe dan Warkop Jalankan Bisnisnya di Tengah Ketatnya Aturan PPKM Kota Bontang

Baca juga: Biodata Jerry MasterChef Indonesia Season 7, Juara MCI Impian Sejak SMA, Buka Kafe dan Jadi YouTuber

Namun pengalaman kerja yang menuntut ia melakukan riset di banyak sektor ekonomi, membuatnya punya pengetahuan dasar.

Melakukan studi kelayakan bisnis kopi bersama kawan sejawat pun dilakukannya.

Sebelum berjodoh di Balikpapan, ia sempat melirik Medan, Jakarta, Surabaya, Kupang, dan Pontianak.

Kedai Kopi Nusantara, Jalan MT Haryono, Komp. Balikpapan Baru, Damai, Balikpapan Selatan, Balikpapan, Kalimantan Timur. TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Kedai Kopi Nusantara, Jalan MT Haryono, Komp. Balikpapan Baru, Damai, Balikpapan Selatan, Balikpapan, Kalimantan Timur. TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO (TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO)

Pria yang aktif mengembangkan usaha bersama sang istri tercinta menambahkan, ada cerita lain di balik penyematan nama nusantara di warung kopi tersebut.

Didin mempelajari sendiri proses pengolahan kopi, mulai dari pengolahan biji kopi, proses penggilingan (grind), teknik roasting, serta di saat penyeduhan.

Kemampuan itu dia dapatkan dengan bepergian langsung ke berbagai daerah di Indonesia seperti, Pontianak, Aceh, Medan dan lainnya.

"Orang-orang bilang otentik dan kopi paling serius di Balikpapan," tuturnya.

Pada saat penyajian pun tidak kalah uniknya, Warung Kopi Nusantara juga menyediakan berbagai menu yang menarik seperti kopi gula merah, kopi telur, kopi gula batu yang dilengkapi dengan makanan khas tempo dulu seperti bakpia dan kue sagu.

Serta 3 pilihan es batu seperti es batu kopi, es batu putih dan es batu coklat yang membuat sensasi minum es kopi tidak kehilangan rasa, bahkan di saat es batu mencair.

Sementara itu, dengan modal awal Rp 300 juta, saat ini Didin dapat melayani pelanggan hingga ratusan orang per hari.

Selain itu, dia juga menjual varian biji kopi dari harga mulai Rp 150.000 hingga Rp 2,4 juta per kilogram yang diolah dari jenis biji kopi Arabika dan Robusta.

Didin juga mengakui bisnis yang diresmikan pada 2 Januari 2017 ini masih berproduksi sedikit.

Namun, dia sempat menjual produknya ke Dubai, Uni Emirat Arab serta terus menjalin relasi bisnis dengan beberapa kandidat pembeli dari Perancis dan Belanda.

Adapun, UKM milik Didin tersebut tidak terlepas dari binaan Dinas Perindustrian, Koperasi dan UMKM Kota Balikpapan serta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Timur yang turut membantu melalui promosi hingga perizinan usaha ke Kementerian Perdagangan RI.

Didin turut diundang sebagai salah satu dari 4 UKM Kaltim untuk mengikuti pameran UKM premium serta misi dagang bersama pada Quality Indonesia Expo.

Saat ini, dia telah mendapatkan sekitar 30 sertifikat melalui beberapa pelatihan yang diberikan mulai dari training auditor halal untuk sertifikasi halal, pelatihan laporan keuangan untuk UKM, marketing, serta difasilitasi untuk mengikuti Trade Expo.

"Semoga bisa menjadi bisnis berjangka panjang, jadi identitas, dan bisa diwariskan ke generasi berikutnya," ucapnya.

Penulis: Heriani | Editor: Rahmad Taufiq

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved