HUT Kota Balikpapan tak Bisa Dilepaskan dengan Sumur Minyak Mathilda, Siapa Sebenarnya Mathilda?
Kota Balikpapan menentukan hari ulang tahunnya berdasarkan satu peristiwa pengeboran sumur minyak pada 1897. Siapa sebenarnya Mathilda?
Mathilda lahir di Makassar, 14 Oktober 1846 dari pasangan Johannes de Wal dan Albertina van Blommenstein. Ayah Mathilda adalah seorang hakim yang bertugas di Hindia Belanda.
Selain buletin di atas, genealogi keluarga Menten juga muncul di situs geni.com. Pasangan Jacobus Menten dan Mathilda van de Wal memiliki empat orang anak. Berturut-turut adalah Hubert , Otto, Nonny, dan Emile.
Dari catatan ini, kita bisa melihat alasan pemilihan nama konsesi yang diajukan Menten: Mathilda, Louise, Charlotte, dan Nonny. Keempatnya adalah nama istri dan anak dari si “penemu” Balikpapan.
Belum ada catatan keluarga Menten pernah ada di Balikpapan. Namun beberapa penulis menyebutkan anak laki-laki Menten turut serta dalam survey menentukan lokasi pelabuhan. Ia yang menemukan reservoir
Menten dan keluarganya memang kembali dan menghabiskan hidupnya di Belanda. Menten wafat pada 9 Januari 1920 di Hague. Mathilda menyusulnya empat tahun kemudian.
Nama Mathilda masih dilestarikan sebagai monumen sumur minyak di kawasan milik Pertamina. Kendati lokasinya tidak strategis, warga Balikpapan masih bisa meliriknya di sudut jalan.
Pada 2019 silam, sempat terdengar “Matilda” sebagai nama gerakan wanita yang digagas kantor perwakilan Bank Indonesia Balikpapan. Sebuah gerakan untuk mendorong perempuan peduli pada pengendalian inflasi Balikpapan.
Tidak dijelaskan apakah nama ini terinspirasi dari istri Menten atau nama sumur minyak legendaris. Yang jelas, Matilda adalah singkatan dari mandiri, terampil, dan berdaya.
Selayaknya Mathilda ataupun Menten menjadi tengara penting bagi Kota Balikpapan. Mengingat ulang tahun kota ini dibuat berdasarkan peristiwa yang tak terpisahkan dari sejarah keduanya. Mathilda kalah populer dibandingkan sosok dongeng Suster Maria.
Sayang sekali nama keduanya tidak diingat dengan selayaknya sebagai sosok penting bagi Kota Balikpapan. Bedankt, Meneer Menten. Bedankt, Mevrouw Mathilda! (*)
Penulis: Handry Jonathan, Pemerhati Sejarah Kota Balikpapan
Editor: Sumarsono
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/handry.jpg)