Opini
Jas Krem di Tengah Lautan Jas Gelap
Di tengah dominasi jas hitam dan biru gelap para pemimpin ASEAN, Presiden Prabowo Subianto tampil dengan jas krem. Sekilas mungkin tampak sederhana.
Oleh: Enny Fathurachmi *)
TRIBUNKALTIM.CO - Di tengah dominasi jas hitam dan biru gelap para pemimpin ASEAN, Presiden RI, Prabowo Subianto tampil dengan jas krem.
Sekilas mungkin tampak sederhana. Namun dalam dunia diplomasi internasional, penampilan tidak pernah benar-benar sekadar soal pakaian.
Dalam forum antarnegara, simbol sering kali berbicara lebih keras daripada pidato.
Posisi duduk, urutan berbicara, bentuk jabat tangan, hingga warna jas merupakan bagian dari bahasa non-verbal diplomasi.
Sebagai pengajar mata kuliah Diplomasi Praktik, saya kerap menjelaskan kepada mahasiswa bahwa protokoler internasional bukan sekadar tata acara resmi.
Protokol adalah cara negara menunjukkan penghormatan, kesetaraan, sekaligus citra politiknya di hadapan dunia.
Karena itu, dress code dalam forum internasional memiliki makna tersendiri.
Baca juga: Prabowo Serukan Dialog untuk Selesaikan Ketegangan Thailand dan Kamboja di KTT ASEAN 2026
Jas gelap telah lama menjadi standar diplomasi modern. Warna hitam, navy, atau abu-abu tua diasosiasikan dengan stabilitas, formalitas, dan kontrol diri.
Dalam forum multilateral, keseragaman visual juga menciptakan kesan kolektivitas dan kesetaraan antar pemimpin.
Di titik inilah jas krem Prabowo menjadi menarik.
Ia langsung menciptakan diferensiasi visual di tengah “lautan jas gelap” para pemimpin lainnya.
Kamera media secara otomatis menangkap sosok yang paling berbeda.
Dan memang, publik lebih cepat membicarakan warna jas dibanding substansi forum BIMP-EAGA itu sendiri.
Apakah penampilan itu melanggar protokol? Saya kira tidak.
| QRIS: Dari Nusantara Hingga China, Fondasi Institusional Dari Tren Menuju Transformasi Struktural |
|
|---|
| Presensi Bodong: Perlunya Menjaga Kewarasan Moral |
|
|---|
| Hari Palang Merah Dunia: Terjadi Degradasi Nilai Kemanusiaan? |
|
|---|
| Tekanan Fiskal dan Ujian Kebijakan Publik di Samarinda hingga Polemik BPJS |
|
|---|
| Mengapa Ada Hari Kebebasan Pers Dunia? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Eni-Farurachmi-Unmul.jpg)