Berita Kaltim Terkini
Kemenpolhukam Petakan Ancaman, 2 Objek Vital Nasional di Kaltim jadi Perhatian
Kemenpolhukam RI memberi perhatian khusus terhadap objek vital Nasional di Provinsi Kalimantan Timur
Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukuman dan Keamanan (Kemenko Polhukam) RI memberikan perhatian khusus terhadap Objek Vital Nasional di Provinsi Kalimantan Timur.
Hal ini diutarakan Kepala Deputi V Kemenko Polhukam, Irjen Pol Armed Wijaya saat melakukan monitoring.
Sebagai upaya tindak lanjut indentifikasi ancaman dan gangguan Kamtibmas yang dilaksanakan di Hotel Jatra Balikpapan.
Baca juga: Bupati Paser Yuriansyah Syarkawi Tutup Usia, Kronologinya Mengeluh Demam, Batuk dan Sesak
Baca juga: DPRD Desak Pemkot Bontang Segara Rampungkan Gedung Baru Pasar Citra Mas Lok Tuan, Sebelum Puasa
Adapun salah satu yang menjadi bahasan ialah keberadaan pengamanan dalam pembangunan kilang minyak Pertamina.
"Kami sangat konsen dengan situasi pengamanan yang dihadapi saat ini terkait pandemi," ujarnya kepada awak media, Rabu (17/2/2021).
Menurutnya, perlu dipastikan pemerintah daerah untuk mendukung kebijakan program pemerintah pusat.
Khususnya dalam dua hal yang menjadi pokok bahasan, yakni pemulihan ekonomi nasional dan penanganan Covid-19.
Baca juga: BREAKING NEWS Bupati Paser Yusriansyah Syarkawi Meninggal Dunia, Hasil PCR Belum Keluar
Baca juga: Banyak Calon Penerima Vaksin Sinovac Dosis Kedua di Kutim Mendadak Tensi Darahnya Tinggi
Terlebih di Provinsi Kalimantan Timur, juga terdapat dua hal yang dirasa berpengaruh bagi situasi dan kondisi di Nasional.
Mengingat Covid-19 di Kalimantan Timur memasuki peringkat 10 besar, dengan cetakan angka kasus yang cukup tinggi.
Sementara dari sisi perekonomian, pemerintah pusat sangat mengharapkan ekonomi di Kaltim dapat berkembang.
“Disini ada proyek-proyek stategis nasional seperti pembangunan kilang di Balikpapan, ada juga pembangunan Pupuk Kaltim di Bontang,” jelasnya.
Selain itu, pandemi Covid-19 membawa pengaruh besar terhadap pemutusan hubungan kerja (PHK).
Tempat perekonomian seperti mal, perhotelan, dan perusahaan banyak yang tutup.
Tentu berimbas pada proyek yang sedang berjalan saat ini. Misalnya masyarakat yang tidak punya kerja, ini menjadi potensi ganguan.
Baca juga: Tamat Jadi Walikota, Syaharie Jaang Digadang-gadang Maju di Pilgub Kaltim 2024, Begini Responsnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/rapat-koordinasi-menkopolhukam-ri-sebagai-tindaklanjut-identifikasi.jpg)