Rabu, 22 April 2026

Berita Kaltim Terkini

Gubernur Kaltim Isran Noor Inginkan Dana Forest Carbon Partnership Facility Dimasukkan ke Kas Daerah

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menggelar forum konsultasi publik mengenai perubahan RPJMD tahun 2019-2023 dan RKPD 2022 di Kota Samarinda.

Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/JINO KARTONO
PERTEMUAN - Gubernur Kaltim Isran Noor memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan forum konsultasi publik mengenai perubahan RPJMD tahun 2019-2023 dan RKPD 2022. Kegiatan tersebut dilakukan secara virtual di ruang Heart of Borneo Kantor Gubernur, Kamis (18/2/2021). TRIBUNKALTIM.CO/JINO PRAYUDI KARTONO 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menggelar forum konsultasi publik mengenai perubahan RPJMD tahun 2019-2023 dan RKPD 2022 di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.

Kegiatan tersebut dilakukan secara virtual di ruang Heart of Borneo Kantor Gubernur, Kamis (18/2/2021).

Sebelum membuka forum, Gubernur Kaltim Isran Noor menjelaskan beberapa hal yang perlu diperhatikan beberapa SKPD terkait.

Ia mengingatkan apapun yang bisa menjadi sumber daerah segera ditingkatkan. Sebab hal tersebut dapat menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD) Provinsi Kalimantan Timur.

"Dimanapun harus menjadi sumber daerah. Supaya diperhitungkan karena membangun di Kalimantan Timur, karena itu sebagian pendanaan dan pembiayaan di Kalimantan Timur," ucap Isran Noor.

Sementara itu ia mengapresiasi penetapan Kaltim sebagai pilot project Forest Carbon Partnership Facility (FCPF) dari Bank Dunia.

Ia berharap dana kompensasi penyerapan gas emisi karbon senilai Rp 120 juta dollar itu dapat dimasukkan ke dalam kas daerah.

Baca Juga: Anggota DPRD Balikpapan Bicara Efektivitas Satgas Covid-19 Tingkat RT Setelah PPKM Mikro Diresmikan

"Jadi dana yang akan didapatkan sebagai kompensasj penurunan emisi has buang Kita bernilai 120 juta dollar ini bisa juga dimasukkan ke pendapatan dan penerimaan daerah Kita di Kaltim," ucap mantan Bupati Kutai Timur ini.

Dengan sumbangsih Kaltim dalam penyerapan gas karbon, Isran Noor optimis nilai ratusan dollar itu bisa Naik lagi .

Sebab dari informasi yang ia terima Kaltim mampu menyerap emisi diatas 20 juta metrik ton.

Baca Juga: Sudah 84 Warga Terpapar Covid-19, Dua Perumahan di Balikpapan Ini Buat Komplek Rumah Isolasi Corona

"Mudah-mudahan kedepan bukan 120 juta dollar saja, tapi bisa lebih karena berhasil lebih diatas 20 juta metrik ton emisi di Kaltim bahkan ada hitungan mencapai di atas 40 juta ton carbon," ujar Isran Noor.

Satu-satunya Ikut Wakili Indonesia

Berita sebelumnya. Kalimantan Timur menjadi kawasan satu-satunya di Indonesia oleh Bank Dunia untuk mengikuti program Forest Carbon Partnership Facility (FPCF).

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved