Breaking News:

Berita Paser Terkini

Masih Pandemi Covid-19, Pemkab Paser Tunda Transmigrasi 200 Kepala Keluarga

Pemerintah Kabupaten Paser menunda program transmigrasi untuk Kepala Keluarga (KK) di Desa Keladen, Kecamatan Tanjung Harapan, Kabupaten Paser

TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM
Rumah transmigrasi yang berada di Desa Keladen, Kecamatan Tanjung Harapan, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Pemerintah Kabupaten Paser menunda program transmigrasi untuk Kepala Keluarga (KK) di Desa Keladen, Kecamatan Tanjung Harapan, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.

Penundaan tersebut dilakukan, karena masih masih adanya Pandemi Covid-19 yang sampai sekarang masih bergulir, Senin (22/02/2021).

Sriwaluyo selaku Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan Kawasan Transmigrasi pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Paser, menyampaikan, ada 200 KK yang di targetkan tahun ini.

Baca juga: Seorang Perwira Menengah di Polresta Samarinda Meninggal Dunia Terpapar Covid-19

Baca juga: Nasib Karyawan Jasa Pencucian di Tenggarong Kukar, Tenggelam Bersama Mobil, Ditemukan di Hari Ketiga

"Target sebenarnya untuk warga transmigrasi, di Desa Keladen itu ada 200 KK, namun karena saat ini berkaitan dengan pandemi Covid-19 jadi terhenti sementara," bebernya.

Saat ini, dari target 200 KK sudah ada sebanyak 40 KK yang telah menempati wilayah transmigrasi di Desa Keladen Kecamatan Tanjung Harapan.

Dari 40 KK lanjutnya, terdiri dari dua puluh warga lokal dan selebihnya warga dari luar daerah.

Baca juga: Terkait Kasus PT MGRM, Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi Minta Pejabat Perusda Sering Dirolling

Baca juga: Lakalantas di Jalan Trans Kaltim, Satu Warga Samarinda Meninggal Dunia

Adapun 20 warga luar daerah tersebut, 5 KK diantaranya berasal dari Provinsi Lampung, lima KK dari Provinsi Banten, dan sepuluh KK dari Provinsi Yogyakarta.

Menurutnya, dalam waktu dekat ini, akan ada penambahan 15 KK dari warga lokal yang saat ini masih dalam tahapan pendaftaran.

"Kan ada penambahan 15 KK, namun untuk prosesnya masih belum tahu kapan akan dilaksanakan," ujarnya.

Baca juga: Walikota Balikpapan Rizal Effendi Dukung Syarat Kewajiban Rapid Antigen Masuk ke RT dalam PPKM Mikro

Waluyo mengatakan poses pendaftaran program transmigrasi dilakukan di desa masing-masing.

"Biar nanti pihak desa yang bisa memilih yang mana yang layak," tutupnya.

Penulis: Syaifullah Ibrahim/Editor: Samir Paturusi

Penulis: Syaifullah Ibrahim
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved