Berita Kaltim Terkini
Imbas Pandemi, Pemerintah Lakukan Refocusing Anggaran, Pendapatan Pengusaha Kaltim Jadi Turun 50%
Dampak pandemi begitu dirasakan kalangan pengusaha, khususnya di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim). Bahkan dengan adanya kebijakan refocusing anggara
Penulis: Jino Prayudi Kartono |
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Dampak pandemi begitu dirasakan kalangan pengusaha, khususnya di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim).
Bahkan dengan adanya kebijakan refocusing anggaran membuat pengusaha di bidang kontraktor merasakan dampaknya terhadap pendapatan perusahaan.
Hal itu juga dialami Ketua HIPMI Kaltim Bakri Hadi.
Baca juga: Vaksin Covid-19 Kembali Tiba di Kaltim, Balikpapan Gelar Vaksinasi Massal Akhir Pekan, Ini Lokasinya
Baca juga: PT Pelindo IV Digeledah Kejari Balikpapan, Terungkap Jadi Pemegang Saham PT KKT
Ia mengatakan, para pengusaha di Kaltim mengalami penurunan pendapatan yang cukup signifikan selama pandemi.
Bahkan pengusaha yang bekerja sama dengan pemerintah dalam proyek pembangunan pun merasakan penurunan sebesar 50 persen.
Meskipun begitu, pihaknya tetap optimistis di tengah pandemi ini.
Menurutnya, ada banyak cara agar para pengusaha bisa terus bertahan hidup di tengah pandemi Covid-19.
Salah satunya dengan mengandalkan teknologi internet untuk mempromosikan usahanya.
Sehingga kegiatan promosi yang biasanya secara offline pun tetap bisa dijalankan di tengah pandemi.
"Kita sudah tidak menganggap pandemi jadi ancaman buat bisnis tapi justru pandemi menjadi kekuatan. Caranya dengan mengandalkan teknologi informasi, khususnya di Kaltim," ucap Bakri Hadi.
Selain itu, ia bersama rekan pengusaha yang tergabung dalam HIPMI melihat adanya potensi bisnis pariwisata, tanaman dan holtikultura di Kaltim.
Ia menilai bisnis tersebut mampu eksis di tengah pandemi Covid-19.
Baca juga: Kejari Balikpapan Sudah Amankan Puluhan Dokumen Terkait Kasus PT Kaltim Kariangau Terminal
Baca juga: BREAKING NEWS 7.680 Botol Vaksin Sinovac Tiba, Disimpan di Gudang Pendingin yang Dijaga Ketat Brimob
"Saya diskusi dengan teman-teman konsultan terkait bisnis. Mereka melihat bisnis di bidang pariwisata dan ekspor tanaman holtikultura cukup berpotensi. Bisnis tersebut bisa diekspor di luar negeri," tutur Bakri Hadi.
Pihaknya pun sedang berkampanye dan melobi pemerintah pusat.
Sehingga pemerintah pusat mampu mendorong dengan memberikan modal agar dapat meningkatkan perekonomian di Kaltim.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ketua-hipmi-kaltim-bakri-hadi-menuturkan.jpg)