Jumat, 1 Mei 2026

Berita Kaltim Terkini

Imbas Pandemi, Pemerintah Lakukan Refocusing Anggaran, Pendapatan Pengusaha Kaltim Jadi Turun 50%

Dampak pandemi begitu dirasakan kalangan pengusaha, khususnya di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim). Bahkan dengan adanya kebijakan refocusing anggara

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/JINO PRAYUDI KARTONO
Ketua HIPMI Kaltim Bakri Hadi mengatakan, para pengusaha di Kaltim mengalami penurunan pendapatan yang cukup signifikan selama pandemi Covid-19. TRIBUNKALTIM.CO/JINO PRAYUDI KARTONO 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Dampak pandemi begitu dirasakan kalangan pengusaha, khususnya di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim).

Bahkan dengan adanya kebijakan refocusing anggaran membuat pengusaha di bidang kontraktor merasakan dampaknya terhadap pendapatan perusahaan.

Hal itu juga dialami Ketua HIPMI Kaltim Bakri Hadi.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Kembali Tiba di Kaltim, Balikpapan Gelar Vaksinasi Massal Akhir Pekan, Ini Lokasinya

Baca juga: PT Pelindo IV Digeledah Kejari Balikpapan, Terungkap Jadi Pemegang Saham PT KKT

Ia mengatakan, para pengusaha di Kaltim mengalami penurunan pendapatan yang cukup signifikan selama pandemi.

Bahkan pengusaha yang bekerja sama dengan pemerintah dalam proyek pembangunan pun merasakan penurunan sebesar 50 persen.

Meskipun begitu, pihaknya tetap optimistis di tengah pandemi ini.

Menurutnya, ada banyak cara agar para pengusaha bisa terus bertahan hidup di tengah pandemi Covid-19.

Salah satunya dengan mengandalkan teknologi internet untuk mempromosikan usahanya.

Sehingga kegiatan promosi yang biasanya secara offline pun tetap bisa dijalankan di tengah pandemi.

"Kita sudah tidak menganggap pandemi jadi ancaman buat bisnis tapi justru pandemi menjadi kekuatan. Caranya dengan mengandalkan teknologi informasi, khususnya di Kaltim," ucap Bakri Hadi.

Selain itu, ia bersama rekan pengusaha yang tergabung dalam HIPMI melihat adanya potensi bisnis pariwisata, tanaman dan holtikultura di Kaltim.

Ia menilai bisnis tersebut mampu eksis di tengah pandemi Covid-19.

Baca juga: Kejari Balikpapan Sudah Amankan Puluhan Dokumen Terkait Kasus PT Kaltim Kariangau Terminal

Baca juga: BREAKING NEWS 7.680 Botol Vaksin Sinovac Tiba, Disimpan di Gudang Pendingin yang Dijaga Ketat Brimob

"Saya diskusi dengan teman-teman konsultan terkait bisnis. Mereka melihat bisnis di bidang pariwisata dan ekspor tanaman holtikultura cukup berpotensi. Bisnis tersebut bisa diekspor di luar negeri," tutur Bakri Hadi.

Pihaknya pun sedang berkampanye dan melobi pemerintah pusat.

Sehingga pemerintah pusat mampu mendorong dengan memberikan modal agar dapat meningkatkan perekonomian di Kaltim.

Meskipun begitu, ia tidak menampik bisnis pengelolaan sumber daya alam, seperti tambang begitu menggiurkan.

Hanya saja usaha tersebut tidak bisa bertahan lama.

Bikin Program Kelas Bisnis buat Mahasiswa sebagai Pengusaha Pemula

Diberitakan sebelumnya, sosok pengusaha Bakri Hadi resmi dilantik sebagai Ketua BPD HIPMI Kaltim periode 2020-2023.

Pelantikan tersebut berlangsung Rabu (24/2/2021) tadi malam di Hotel Harris Samarinda.

Usai dilantik, Bakri Hadi mengaku memiliki beberapa program dalam tiga tahun ke depan.

Salah satu program yang dibuatnya adalah kelas bisnis.

Namun kelas bisnis tidak ditujukan kepada para pengusaha.

Kelas bisnis yang ia rencanakan itu menyasar para mahasiswa.

Kelas bisnis itu juga sebagai bentuk regenerasi pengurus HIPMI ke depannya.

"Ada kelas khusus bagi para pebisnis pemula, melalui mahasiswa-mahasiswa yang akan mendapatkan pembelajaran soal dunia bisnis," ucap Bakri Hadi ketika dikonfirmasi kembali Tribunkaltim.co, Kamis (25/2/2021).

Tidak hanya kelas bisnis, beberapa program ia akan digelar selama masa kepemimpinannya, salah satunya merombak dan memperbaiki internal dari HIPMI Kaltim itu sendiri.

"Ya fokus utama adalah melakukan perbaikan internal terlebih dahulu. Baru kami eksekusi program-program yang sudah disusun," ucap Bakri Hadi.

Selain kelas bisnis untuk mahasiswa, ia memiliki salah satu program prioritas.

Program tersebut bernama Kaltim Business Review (KBR).

Program tersebut rencananya akan membahas perkembangan bisnis di Kaltim ke depannya.

Rencananya program tersebut dilaksanakan setiap dua bulan sekali.

"Supaya kemudian kita sama-sama bisa menghasilkan rekomendasi untuk pembangunan di Kaltim," ucap Bakri Hadi

Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Rahmad Taufiq

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved