Kisruh Partai Demokrat

Kisruh Demokrat Seret 2 Eks Panglima TNI, Jhoni Allen Beber Alasan Gatot Nurmantyo Dicopot Jokowi

Kisruh Partai Demokrat seret 2 Eks Panglima TNI, Jhoni Allen Marbun beber alasan Gatot Nurmantyo dicopot Jokowi

Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Doan Pardede
Kolase Tribunkaltim.co/Kompas.com
Pakar hukum tata negara, Refly Harun tak sungkan menyebut 2 jenderal TNI masuk bursa presiden pada Pilpres 2024. Mereka adalah Jenderal (Purn) TNI Moeldoko dan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo 

TRIBUNKALTIM.CO - Kisruh Partai Demokrat seret 2 Eks Panglima TNI, Jhoni Allen Marbun beber alasan Gatot Nurmantyo dicopot Jokowi.

Kisruh Partai Demokrat menyeret dua nama eks Panglima TNI.

Pertama, nama Moeldoko yang akhirnya terpilih sebagai Ketum Partai Demokrat hasil Kongres Luar Biasa di Deli Serdang.

Belakangan, muncul pula nama Gatot Nurmantyo yang mengaku menolak tawaran mengkudeta Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY).

Kemunculan Gatot Nurmantyo pun menuai sorotan dari Sekjen Partai Demokrat versi KLB, Jhoni Allen Marbun.

Baru-baru ini, berhembus kabar eks Panglima TNI Purnawirawan Gatot Nurmantyo mendapat tawaran untuk ikut Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat.

Baca juga: Blak-blakan, Ruhut Sitompul Akui Sayang AHY, Terpaksa Pamit ke SBY, Keluar dari Demokrat Demi Ahok

Baca juga: Mata Najwa, Mahfud MD Bocorkan Reaksi Jokowi Moeldoko Jadi Ketum Demokrat, Jawaban eks Panglima TNI

Gatot mengakui, sempat diajak mencalonkan sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat versi KLB sebelum Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko.

Diduga, sosok yang mengajak Gatot ini adalah seorang mantan Kader Demokrat sendiri.

Hal ini lantas mendapat tanggapan dari salah satu inisiator sekaligus Sekretaris Jenderal Demokrat versi KLB Jhoni Allen Marbun.

Jhoni meminta Gatot untuk mengungkapan siapa nama orang yang mengajaknya, jangan asal bunyi.

"Sebagai seorang panglima, jenderal bintang empat tidak mudah, tapi jangan asbun (asal bunyi)," kata Jhoni, diberitakan Tribunnews sebelumnya, Kamis (11/3/2021).

Sebab, menurut Jhoni, dalam merekrut Ketum Partai Demokrat itu tak bisa sembarangan.

Hal itu lantas membuat Jhoni membandingkan integritas dari Gatot dengan Moeldoko.

Jhoni mengatakan, saat masih menjabat jadi Panglima TNI saat kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gatot malah sibuk berkampanye.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved