Breaking News:

Berita Pemkab Paser

Gelar Apel Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla, Wabup Paser Ingatkan Masyarakat Tidak Bakar Lahan

Apel pasukan dan kesiapsiagaan ini melibatkan personel BPBD Paser, TNI, Polri, Pemadam Kebakaran, Satpol PP, Manggala Akni serta relawan

Editor: Achmad Bintoro
HUMAS PEMKAB PASER/M20
Wakil Bupati Paser Hj. Syarifah Masitah Assegaf didampingi Dandim 0904/TNG Letkol Czi Widya Wijanarko, Wakapolres Paser Kompol Boney Wahyu Wicaksono serta unsur Forkopimda lainnya saat meninjau peralatan yang digunakan dalam penanganan Karhutla. 

TANA PASER - Untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Paser, Pemkab Paser melaksanakan apel pasukan dan peralatan kesiapsiagaan Penanggulangan Karhutla di halaman Kantor Bupati Paser, Selasa (16/3/2021).

Bertindak sebagai Inspektur Upacara Wakil Bupati Paser Hj Syarifah Masitah Assegaf. Turut hadir Dandim 0904/Tng Letkol Czi Widya Wijanarko, Wakapolres Paser Kompol Boney Wahyu Wijaksono, Wakil Ketua DPRD Fadly Imawan, Sekda Paser Katsul Wijaya serta sejumlah kepala OPD.

Apel pasukan dan kesiapsiagaan ini melibatkan personel BPBD Paser, TNI, Polri, Pemadam Kebakaran, Satpol PP, Manggala Akni serta relawan. Wabup Masitah mengatakan, apel ini sebagai langkah antisipasi sedini mungkin terjadinya karhutla.

“Meskipun saat ini masih musim penghujan dan tidak dapat diperkirakan secara pasti kapan akan berakhir, kita harus siap siaga sedini mungkin,” ujarnya.

Dikatakan wabup, hampir setiap tahun saat musim kemarau tiba karhutla ini menjadi permasalahan yang cukup serius. Selain mengganggu kesehatan akibat asap yang ditimbulkan juga berdampak sampai ke negara tetangga.
Secara umum karhutla disebabkan oleh faktor alam dan faktor manusia yakni adanya kultur budaya membuka lahan dengan cara membakar.

“Faktor manusia inilah yang paling banyak terjadi sehingga perlu diwaspadai,” kata wabup.

Untuk itu, Masitah menegaskan, perlu melakukan pencegahan karhutla dengan cara mengedukasi masyarakat serta melakukan sosialisasi.

"Diharapkan masyarakat maupun perusahaan sadar diri, tidak lagi melakukan pembakaran hutan baik dengan tujuan apapun. Karena selain merugikan dirinya sendiri, juga merugikan orang lain dan ada sanksi hukum," tegasnya.

Menurut Masitah, ada tiga aturan yang melarang warga maupun perusahaan untuk melakukan pembakaran lahan. Yakni Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2004 tentang Perkebunan dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan hidup.

Berdasarkan aturan tersebut aparat dapat menindak tegas para pelaku pembakaran hutan dan lahan. "Saya tegaskan masyarakat maupun perusahaan jangan membuka lahan dengan cara membakar," tegas Wabup Paser.

Wabup menambahkan, dalam pencegahan karhutla perlu memberdayakan komunitas masyarakat yang ada di masing-masing kecamatan seperti Masyarakat Peduli Api, Regu Pemadam Kebakaran Desa maupun komunitas peduli kebakaan hutan dan lahan.

Dengan demikian apabila nantinya terjadi Karhutla bukan lagi hanya petugas yang menangani melainkan semua elemen masyarakat juga dapat malakukan penanggulangan terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan tersebut.

Kepada seluruh pemilik perusahaan baik pertambangan maupun perkebunan kelapa sawit yang ada di Kabupaten Paser, wabup meminta untuk melengkapi perusahannya dengan alat-alat pemadam kebakaran hutan dan lahan sesuai standar.

“Kami harap dengan adanya upaya bersama ini Kabupaten Paser bisa terbebas dari permasalahan karhutla,” pungkasnya.

Apel kesiapsiagaan karhutla ditutup dengan simulasi penanggulangan. Simulasi dimulai dengan pelaksanaan patroli oleh personel gabungan kesiapsiagaan karhuta. Tim gabungan dari TNI/Polri, unsur BPBD, Satpol PP, PMK, Manggala Agni dan relawan juga memperagakan tata cara penanggulangan karhutla.(advertorial/m20)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved