Jumat, 10 April 2026

Berita Balikpapan Terkini

Potensi Ekspor Kepiting Bakau, Bakal Sumbang PAD Bagi Balikpapan

Potensi yang masif adalah di bidang perikanan. Terkhusus di Balikpapan, sektor maritim menjadi salah satu andalan pendapatan.

Penulis: Heriani AM | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Perdana, 7 ton kepiting bakau diekspor langsung ke Shanghai China lewat kargo Angkasa Pura I Balikpapan.TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Untuk mendorong kegiatan ekspor, pemerintah aktif menggali potensi, mengedukasi pelaku usaha berorientasi ekspor, menyediakan asistensi, hingga memudahkan akomodasi.

Potensi yang masif adalah di bidang perikanan, terkhusus di Balikpapan, sektor maritim menjadi salah satu andalan pendapatan.

Berada pada alur laut kepulauan Indonesia (ALKI) II, kegiatan ekspor impor berlalu-lalang di sekitaran Kota Balikpapan ini.

Baca juga: Ekspor Perdana, Balikpapan Terbangkan 7 Ton Kepiting Bakau ke China

Baca juga: Tingkatkan Daya Saing Pelaku UMKM di Kaltim, BI Gelar KKI Seri 1 dan Akademi Ekspor 2021

Terbaru, terobosan dari Angkasa Pura I cabang bandara Internasional SAMS Sepinggan Balikpapan, yang membuka jalur ekspor kepiting bakau ke China.

Pengusaha kepiting bakau, Muhammad Yaser menyebut aktivitas ini secara langsung memberikan kontribusi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Jumlahnya tidak sedikit. Setiap bulan bisa ratusan ton," ujarnya, Kamis (18/3/2021).

Baca juga: Dorong Gratieks, Karantina Pertanian Tarakan Tingkatkan Pelayanan Ekspor di Perbatasan

Dalam sebulan, ia bisa panen ratusan ton kepiting bakau.

Untuk sekali ekspor bisa 7 ton. Dimana dua hari sebelumnya pihaknya juga menerbangkan nyaris 5 ton.

"1 ton tergantung size, harga jantan dan betina beda. Disini sekitar diangka Rp 70-180 ribu per kilo. Harga luar jika dikurskan naik 50 persen. Yang dikirim hari ini ukuran 250-50 gram 1 kg isi 2-3 ekor. 7 ton dengan nilai Rp 1 miliar," urainya.

Alhasil, dalam kurun waktu satu bulan, pihaknya bisa meraup puluhan miliar.

Pria yang menerima penghargaan sebagai Pemuda Pelopor dalam HUT Balikpapan Ke-124 ini menambahkan, harga kepiting jantan dan betina berbeda.

Sebelumnya diberitakan, Muhammad Yaser telah menjajaki pasar luar negeri untuk komoditas ikan, utamanya kerapu dan bawal.

Baca juga: 90 Kali Ekspor Hasil Perikanan ke Malaysia, Bea Cukai Nunukan Beber Total Devisa

Hanya saja prosesnya dikirim ke Jakarta baru dilanjut ke negara tujuan.

Menyasar pasar Singapura dan Malaysia, sedangkan untuk ke Taiwan, transit ke Jakarta dulu.

Kepiting bakau yang diekspor Muhammad Yaser, merupakan produksi budidaya dari Handil, tambak Gunung Tembak, Muara Badak, Sungai Maryam, dan Tanah Grogot. (*)

Berita Balikpapan Terkini

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved