Senin, 27 April 2026

Berita Nunukan Terkini

14 Tahun THL di Perbatasan RI-Malaysia, Penyuluh Pertanian Ini Dilantik PPPK, Masuk Lulusan Terbaik

Selama 14 tahun jadi honorer di perbatasan RI-Malaysia, pria ini tampak sumringah pasca dilantik menjadi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (P

TRIBUNKALTARA.COM/FEBRIANUS FELIS
Tonglo Bawan ditemui usai dilantik dan diambil sumpah atau janji jabatan di Kantor Bupati Nunukan, Selasa (30/03/2021) siang. TRIBUNKALTARA.COM/FEBRIANUS FELIS 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN- Selama 14 tahun jadi honorer di perbatasan RI-Malaysia, pria ini tampak sumringah pasca dilantik menjadi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Wajah sumringah terlihat di balik masker berwarna putih yang dikenakan Tonglo Bawan (41), seorang warga dari Desa Sanur, Kecamatan Tulin Onsoi, Kabupaten Nunukan, usai dilantik.

Bapak tiga anak itu mengaku sudah 14 tahun menjadi Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL TBPP) di Desa Sanur.

Tonglo Bawan tak sendirian.

Baca juga: 525 Formasi PPPK Diusulkan ke BKN, Kepala BKPSDM Nunukan Prediksi Hanya 50 Persen Disetujui

Baca juga: Kepala BKPSDM Nunukan Sebut Pertama di Kaltara Pelantikan Melalui Inpassing dan PPPK

Ia dilantik dan diambil sumpah atau janji jabatan menjadi PPPK di Kantor Bupati Nunukan bersama tiga rekan sejawatnya, Selasa (30/3/2021). 

Sekadar diketahui, pelantikan dan pengambilan sumpah atau janji jabatan terhadap satu orang melalui penyesuaian/ inpassing dari pertanian, 5 orang dari Dinas Kesehatan yang bertugas di RSUD Nunukan.

"Saya dan 3 teman saya yang baru dilantik, sudah lama mengabdi sebagai tenaga honorer di Balai Penyuluh Pertanian. Kalau saya 14 tahun," kata Tonglo Bawan kepada TribunKaltara.com, Selasa (30/03/2021).

Awalnya, Tonglo Bawan mengetahui informasi penerimaan PPPK dari Kementerian Pertanian yang diteruskan ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD), perihal dibukanya rekrutmen PPPK pada tahun 2019 lalu.

"Waktu itu kami ada 10 orang sebagai THL TBPP di Desa Sanur, tapi yang berhasil masuk portal BKN hanya 3 orang termasuk saya. Kemudian kami ikuti tesnya pada tahun 2019 dan dinyatakan lulus," ucapnya.

Usaha dan kesabaran Tonglo Bawan menunggu selama dua tahun, akhirnya membuahkan hasil yang ia sendiri tak sangka sebelumnya.

Bahkan, Tonglo Bawan mengatakan, lulusan PPPK Kabupaten Nunukan menjadi lulusan terbaik di Indonesia.

Pasalnya, nilai yang ia peroleh dari tes tertulis, yaitu 98.

Sementara 2 rekan sejawat lainnya memperoleh nilai 99 dan 97.

"Saya merasa senang sekali, karena selama dua tahun menunggu akhirnya bisa dilantik. Informasi yang kami peroleh, lulusan Kabupaten Nunukan terbaik di Indonesia," ujarnya.

Kendati demikian, ia menyampaikan agar pemerintah dapat memperhatikan 7 rekan sejawatnya yang juga sudah lama menjadi honorer di Desa Sanur.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved